"Nilai perangko itu bukan sekadar tentang biaya pengiriman pos, akan tetapi harus juga dipahami sebagai alat pendidikan, untuk informasi publik, dan sebagai investasi yang baik," ujar Tifatul ketika membuka acara World Stamp Championship Indonesia 2012, di JCC, Senin (18/6/2012).
Acara yang bertema 'Jembatan Menuju Dunia Yang Damai Melalui Perangko' tersebut diselenggarakan sejak hari ini hingga 24 Juni mendatang. Pameran ini juga diikuti 60 negara anggota Federation Internationale de Philatelie (FIP) di seluruh dunia. Indonesia menjadi tuan rumah berdasarkan kongres FIP ke-71 pada bulan Oktober 2010 lalu di Portugal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Acara ini semacam olimpiade perangko. Dalam enam hari nanti mereka akan pamerkan koleksi mereka," tutur Tifatul.
Pembukaan pameran juga dihadiri President Internasional Filatelic Federation, Tay Peng Hian dan Ketua Umum Perkumpulan Filateli Indonesia, Letjen TNI (Purn) Suyono.
Acara itu juga untuk memperingati hari ulang tahun PT Pos Indonesia, dan 90 tahun Perkumpulan Filateli Indonesia. Sebuah replika perangko tertua dari Mauritius yang terbit pada tahun 1874 juga turut dipamerkan.
(rmd/nrl)











































