Seratusan Pendukung PPP Tolak Koalisi Kebangsaan
Jumat, 20 Agu 2004 10:59 WIB
Jakarta - Seratusan orang yang mengaku sebagai pendukung PPP menolak Koalisi Kebangsaan. Alasannya, koalisi tersebut merupakan pemasungan hak-hak demokrasi kader partai.Aksi penolakan terhadap Koalisi Kebangsaan itu dilakukan para simpatisan PPP wilayah DKI Jakarta di kantor DPP PPP, Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2004)."Koalisi Kebangsaan itu juga merupakan refleksi politik bagi-bagi jabatan di antara segelintir elit partai PPP. Mereka tidak pernah mempertimbangkan perkembangan PPP ke depan," kata Mulyadi, pemimpin rombongan.Mulyadi juga mengatakan, bergabungnya PPP ke dalam koalisi tersebut menunjukan elit PPP saat ini telah melupakan sejarah. Mereka, sambung Mulyadi, melupakan bagaimana pahitnya di tindas oleh Partai Golkar di Orde Baru."Ini semakin menunjukan koalisi ini hanya mementingkan segelintir elit di PPP. Kami sebagai konstituen menginginkan adanya perubahan, karena itu kami menolak koalisi itu," tukas Mulyadi yang juga Sekretaris Gerakan Pemuda Kabah (GPK).Mulyadi tidak menampik kalau penolakan yang dilakukan pihaknya juga bertujuan politis. Terus terang dia mengatakan mendukung pasangan SBY-Kalla sebagai presiden dan wakil presiden. "Mereka sesuai dengan kriteria sebagai pemimpin," kata Mulyadi.Sekitar 10 orang perwakilan dari pengunjuk rasa diterima oleh Sekretaris Umum DPP PPP, Yunus Yosfiah. Sambil menunggu hasil pertemuan, para demonstran lainnya terus berorasi.Usai pertemuan, Yunus mengatakan, penolakan yang dilakukan para demonstran hal yang wajar. Namun, sambungnya, dalam sistem organisai keputusan pusat harus tetap diamankan."Wajar saja jika ada teman-teman yang memberikan aspirasi berbeda dengan keputusan pusat. Kalau ada yang mendukung SBY silakan saja, tapi itu tidak akan mengganggu Koalisi Kebangsaan," tutur Yunus.
(djo/)











































