Presiden India Benarkan Program Nuklir untuk Pertahanan
Jumat, 20 Agu 2004 10:44 WIB
Jakarta - Pemerintah India membenarkan program peluru kendali (rudal) nuklir yang hingga kini terus dijalankan negara Asia itu. Ditegaskan bahwa program rudal nuklir itu perlu untuk memelihara perdamaian.Demikian disampaikan Presiden India A.P.J. Abdul Kalam seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (20/8/2004)."Saat semua negara di sekitar bangsa ini memiliki senjata nuklir, India tidak tidak bisa hanya duduk berdiam diri dan berdoa," tukas Presiden Kalam menyinggung negeri tetangga Pakistan dan Cina.Namun Kalam menekankan bahwa senjata nuklir yang dimiliki negaranya tidak akan digunakan untuk menyerang lebih dulu. Melainkan hanya untuk mempertahankan diri dari serangan musuh."Kekuatan menghormati kekuatan. Apapun yang telah kita lakukan dalam pertahanan hanyalah untuk mempertahankan kemerdekaan kita," ujar Kalam dalam kunjungannya ke wilayah sengketa Kashmir. "Kebijakan nuklir kita menekankan 'tak akan digunakan lebih dulu.' Itu artinya mempertahankan negara merupakan misi terpenting," tandas Kalam.Kalam merupakan mantan ilmuwan nuklir, yang menjadi bagian dari tim yang merencanakan uji coba nuklir India pada tahun 1998 silam. Tes nuklir itu langsung memancing uji serupa dari rivalnya, Pakistan. Akibatnya, kedua negara bertetangga itu pun mendapat sanksi dari dunia internasional. Namun sebagian besar sanksi tersebut telah dicabut.
(ita/)











































