"Artinya kerja keras kami dan partai tidak sia-sia. Yang kami harapkan elektabilitas partai dan Pak Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar dapat berjalan secara paralel," kata Wakil Sekjen Golkar Nurul Arifin saat dihubungi wartawan, Senin (18/6/2012).
Nurul mengatakan, Ical memang layak menjadi capres. Selain memiliki pengalaman di pemerintahan, Ical juga terkenal rendah hati. "Namun masih banyak masyarakat yang belum mengenal secara langsung sehingga bias dalam menilai Pak Ical," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil survei LSI menunjukkan tingkat keterpilihan Ical sebesar 20,1 persen jauh meninggalkan Sri Sultan Hamengkubuwono X (11,3 persen), Jusuf Kalla (11 persen), Akbar Tandjung (2,9 persen), Fadel Muhammad (1,3 persen).
Peneliti LSI, Adjie Alfaraby mengatakan tingkat elektabilitas Ical terus mengalami kenaikan karena iklan yang gencar termasuk program pelatihan usaha kecil. Selain itu Ical juga mempunyai posisi kuat di internal Golkar dan memiliki dukungan mesin politik di daerah yang juga kuat.
(fdn/mad)










































