Elektabilitas Merosot, Wantim Minta DPP PD Dewasa di Saat Kritis

Elektabilitas Merosot, Wantim Minta DPP PD Dewasa di Saat Kritis

Andri Haryanto - detikNews
Senin, 18 Jun 2012 01:34 WIB
Elektabilitas Merosot, Wantim Minta DPP PD Dewasa di Saat Kritis
Jakarta -

Hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan Partai Demokrat (PD) mengalami kemerosotan elektabilitas mencapai 11.3 persen. Anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) PD, Hayono Isman, meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD bersikap tegas dalam menyikapi hasi survei tersebut.

"Saya berharap DPP PD segera melanjutkan rapat khusus bahas elektabilitas PD yang sudah menyentuh 10 persen dan akan terus merosot. Kita semua menunggu sikap kesatria dan kedewasaan berpikir DPP disaat kritis ini," kata Hayono kepada detikcom, Minggu (17/6/2012).

Mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada Kabinet Pembangunan VI ini juga tidak menampik bila kasus korupsi beberapa proyek negara yang menyeret nama Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Andi Malarangeng, menjadi penyebab melorotnya tingkat kepercayaan publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persepsi publik sudah terbentuk dimana ketum partai terkait dengan kasus korupsi Nazaruddin. ini penyebab utama turunnya secara drastis elektabilitas PD," ujar Hayono.

Hayono berharap DPP mengambil langkah politik untuk menahan terus merosotnya elektabilitas PD. "Kita menunggu sikap DPP," katanya menegaskan kembali.

Pria kelahiran Jawa Timur tahun 1955 ini tidak menjawab tegas langkah politik yang harus diambil DPP, termasuk juga menjawab pertanyaan apakah salah satu langkah tersebut adalah mundurnya Anas dan Andi.

"Silakan diputus oleh DPP apa langkah yang terbaik untuk hapus persepsi publik sehingga ada peluang elektabilitas baik," jawabnya.

Sebelumnya, Elektabilitas Partai Demokrat (PD) terus melorot hingga mencapai 11.3 persen. Berikut hasil analisis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) atas penyebab keterpurukan PD.

Hal ini berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada 2-11 Juni 2012, dengan metode multistage random sampling dari 1.200 responden. Survei ini dilakukan dengan metode wawancara.

Ada tiga hal yang menyebabkan keterpurukan PD. Pertama, PD gagal melakukan damage control secara cepat. Kasus Hambalang dan Wisma Atlet yang menyebut dua tokoh sentral PD yaitu Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng sebagai penyebab PD tersandera.

"Jika terus terkatung dan isu Hambalang terus bergulir sampai 2014, kemerosotan Demokrat terus terjadi," ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby.

"Partai Demokrat terkorbankan karena prosedur internal partai sendiri dan ketiadaan leadership yang efektif," tambahnya.

(ahy/mei)


Berita Terkait