Kepala Pembinaan Masyarakat Badan Pemelihata Keamanan (Binmas Baharkam) Mabes Polri, Brigjen M Iriawan mengatakan, operasi yang bersandikan 'Operasi Damai' ini dilakukan untuk mencegah konflik di lima wilayah yang rawan terjadi gerakan separatis maupun kelompok SARA.
"Kita lebih mengedepankan pendeketan kepada masyarakat terutama yang berada di sekitar area perbatasan dan pegunungan," kata Iriawan, Minggu (17/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iriawan mengatakan, wilayah pegunungan dan perbatasan dinilai sangat rawan terjadinya konflik. Ini dikarenakan kurangnya pengamana di wilayah tersebut.
"Seperti Papua misalnya, permasalahannya ada gerakan separatis dan kelompok bersenjata. Nah tugas kita di Binmas ini harus mencari akar permasalahannya. Di lain pihak, karakteristik Papua juga berbeda," ujarnya.
Ia melanjutkan, upaya pendekatan lebih mengedepankan kepada pembinaan dari segi sosial dan budaya. Masyarakat yang berada di wilayah konflik ini diberi penyaluran bakat agar terhidar dari provokasi yang mengarah pada tindakan separatis.
"Kita melakukan Binmas pioneer seperti bercocok tanam, perikanan dan lain sebagainya. Tujuannya mengalihkan kegiatan masyarakat ke arah yang lebih positif," imbuhnya.
Untuk wilayah Papua, misalnya, Polri memberikan 300 ekor babi untuk diternakkan dan bibit-bibit tanaman.
Di samping itu, Polri bersama tokoh masyarakat setempat juga mengadakan pembinaan dan penyuluhan dalam bentuk dialog.
(/)










































