"Kami minta maaf, kita tahu anak kita salah. Dan kami orang tua merasa kecolongan karena anak kami tidak pernah berurusan dengan polisi sebelum kejadian ini," ujar Ibu Dedeh, orang tua Adit, saat menjenguk anaknya di Mapolsek Matraman, Jl Matraman Raya, Jakarta, Minggu (17/6/2012).
Dedeh sendiri sudah berniat baik dengan menyuruh anaknya melapor dan menyerahkan diri ke polisi. Ia berharap keluarga Evan dapat menerima itikad baik dari keluarganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, orang tua Rizki, Dede, juga meminta maaf kepada keluarga korban. Menurutnya, anaknya masih harus melanjutkan pendidikannya di bangku SMK.
"Mohon maaf sebesar-besarnya, bagaimanapun juga anak saya masih butuh pendidikan," jelas Dede.
Evan Mulyadi bersama beberapa temannya dikejar oleh segerombolan anak muda dini hari Sabtu, 9 Juni 2012 pukul 23.00 di Pasar Pramuka. Evan dan teman-temannya dipukuli dengan kayu dan balok kemudian Evan dilempar dari lantai atas Pasar Pramuka.
Polisi menduga pengeroyokan itu akibat salah paham. Kelompok pengeroyok sebelumnya mencari pemuda bernama Rudi. Hingga saat ini, 7 dari 12 pengeroyok sudah ditahan polisi.
(rvk/fdn)











































