Kapal tujuan Ambon ke Nambrole Kabupaten Buru Selatan, berangkat dari Pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon pada Sabtu (16/6) 22.00 WIT.
"Sekitar dua jam perjalanan kapal dihantam gelombang besar, sehingga menyebabkan mesin kapal mati dan badan kapal pecah sehingga kapal tenggelam," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (17/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini sebanyak 9 orang penumpang telah ditemukan selamat di Negeri Ureng Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah. Korban selamat adalah:
1. Harmin Wael (20 th), alamat Waitawa, PNS Dinas Perikanan, korban mengalami luka pada paha kanan akibat gigitan ikan,
2. Yusup Suakil (16 th), alamat waitawa, pelajar, korban mengalami luka pada tumit kaki kanan akibat gigitan ikan,
3. Firdaus Suakil (36 th), alamat Desa Waitawa
4. Arsad Bahta (26 th), alamat Waitawa,
5. Nawawi Laisouw (17 th), alamat Uren,
6. Hartono (23 th), pekerjaan wiraswasta, alamat Batu Merah.
7. Padli Sutrat (35 th), pekejaan tukang ojek, alamat Ahuru Desa Batu Merah,
8. Imin (28 th), pekerjaan tani, alamat Arbes,
9. Ima, (19 th), PNS, alamat Namrole Kecamatan Bainono.
Korban sementara ini dirawat di puskesmas Desa Negeri Lima. "Tim dokter sudah ke lokasi," kata Sutopo.
Hingga saat ini operasi SAR terus dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, BPBD, dan masyarakat.
(fdn/nrl)











































