Kasus Penipuan: MS Cuma Simpatisan PKS, Keberadaan Masih Misterius

Kasus Penipuan: MS Cuma Simpatisan PKS, Keberadaan Masih Misterius

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Minggu, 17 Jun 2012 11:56 WIB
Jakarta - MS yang dilaporkan PKS yang juga timses Hidayat-Didik dan pengusaha percetakan Simon Pakpahan dalam kasus penipuan atribut kampanye, hanya simpatisan PKS. Hingga kini keberadaan MS masih misterius.

"Dia simpatisan, tapi tidak tahu mulai kapan. Memang beberapa teman di PKS ada yang kenal dia," jelas anggota tim advokasi Hidayat-Didik, Agus Otto, kepada detikcom, Minggu (17/6/2012).

Agus menegaskan sekaligus meluruskan MS bukan anggota PKS dan tidak terdaftar dalam tim sukses Hidayat-Didik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin mengaku-aku saja, di timses Hidayat-Didik tidak terdaftar," tegas Agus.

Hingga kini, imbuhnya, MS belum diketahui keberadaannya. "Tidak bisa dihubungi, tidak bisa di-SMS, ditelepon tidak bisa," jelas Agus.

Agus menjelaskan pihaknya melaporkan MS bersama dengan Bendahara Umum DPW PKS Jakarta Nasrullah pada Kamis (14/6/2012) lalu ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan: LP/2036/VI/2012/PMJ/Ditreskrimum. Agus melaporkan MS dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dan tanda tangan. Sehari setelahnya, baru pengusaha percetakan Simon Pakpahan yang melaporkan MS.

"Saya juga nggak tahu, bagaimana bisa bertemu dengan Simon. 2 Minggu sebelumnya, ada 2 pengusaha juga yang kroscek ke DPW PKS apakah PKS bekerja sama dengan Simon Pakpahan. Ya kita katakan tidak," jelas Agus.

Nasrullah saat dihubungi detikcom Jumat (15/6) membenarkan telah melaporkan MS alias I ke Polda Metro Jaya. MS bukanlah kader PKS namun banyak berinteraksi dengan PKS. Awalnya Nasrullah bahkan tidak mengenal MS hingga muncul kasus itu.

"Sebelumnya saya nggak tahu dia hingga ada vendor yang datang ke saya dan menunjukkan surat perjanjian dan menunjukkan foto. Ternyata tanda tangan saya dipalsukan. Katanya surat perjanjian itu atas perintah saya ke Pak MS. Pakai bendera Pak Simon, lalu nyari vendor untuk logistik kampanye," tutur Bendahara Umum DPW PKS DKI ini.

Setelah tahu ada pemalsuan tanda tangan dan perjanjian, Nasrullah lantas mencari nomor kontak MS. Dia menelepon dan meminta bertemu dengan yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi.

"Saya telepon dia minta datang, eh dia nggak datang," ucap pria yang mengurusi logistik timses Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini ini.

Kepada Simon, MS menawarkan ikut dalam proyek pengadaan atribut kampanye Pilkada untuk pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini.

"Dia meminjam bendera saya dari perusahaan saya agar lolos. Saya beri dia surat kuasa sebagai direksi untuk proyek ini saja," ujar Simon di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Simon yang menjabat Dirut di PT Ferdi Graha Teknik pun tertarik. Ia kemudian melibatkan 7 vendor di dalam pengerjaan proyek tersebut.

Setelah itu, akhirnya PT Ferdi Graha Teknik dan pihak PKS meneken surat pre order pada tanggal 6 Maret 2012. Dalam kontrak tersebut, kader PKS Nasrullah yang melakukan perjanjian dengan MS. Sementara MS selaku direktur di PT Ferdi Graha Teknik.

"Surat perjanjian ini tertulis di atas surat dengan kop surat PKS DKI Jakarta dan ditandatangani Nasrullah selaku Ketua Logistik di situ dan Direktur PT Ferdi Graha Teknik yang di situ ditulis MS sedangkan saya sendiri jadi saksi di situ," paparnya.

Adapun pesanan PKS yakni 3 juta lembar kaos bertulisan 'Hidayat-Didik', 200 ribu umbul-umbul, dan 300 ribu spanduk. Simon mengklaim, nilai proyek tersebut mencapai miliaran rupiah.

"Pembayarannya waktu itu memang nggak ada DP. Jadi kalau barang sudah selesai, maka PKS akan bayar. Kami waktu itu percaya karena dia mengaku dekat dengan pendiri PKS, saya sudah ke kantornya dan ke rumahnya juga," imbuhnya.

(nwk/nrl)


Berita Terkait