Pengamat: Saling Serang Justru Untungkan SBY

Pengamat: Saling Serang Justru Untungkan SBY

- detikNews
Jumat, 20 Agu 2004 09:28 WIB
Jakarta - Pengamat Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Dedi Jamaludin menilai, perang urat saraf yang sudah dilancarkan Mega dan SBY menjelang pilpres putaran kedua, justru akan lebih menguntungkan SBY.Penilaian Dedi menanggapi pernyataan Mega dan SBY yang saling serang dan mengejek, pada Kamis (19/8/2004) kemarin, dan disiarkan kepada masyarakat. Menurut Dedi, opini publik justru akan mengarah ke SBY."Masyarakat akan menilai, pernyataan SBY tentang oligarki itu ada benarnya. Bahwa koalisi parpol hanya mendahulukan kepentingan elit tanpa memikirkan konstituennya. Akhirnya, sindiran yang dilakukan Mega justru akan menguntungkan SBY."Hal itu dikatakan Dedi saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (20/8/2004) pagi.Menurut Dedi, ada kesan bahwa masyarakat tengah menonton pertunjukan adu kekuasaan. Bahwa diantara mereka tepat untuk menang dan mengklaim sebagai yang terbaik."Mana yang lebih signifikan itu yang menarik. Tapi psy war atau perang opini antara masing-masing calon itu sudah tidak bisa dihindari lagi," lanjut Dedi.Lebih lanjut Dedi mengatakan, saling menjatuhkan itu sah, tapi hendaknya jangan melupakan unsur masyarakat sebagai faktor penentu pemilihan secar langsung."Unsur (masyarakat) itu yang diangkat SBY. Sementara Mega mengandalkan unsur koalisi parpol yang notabene hanya diwakili segelintir elit. Sehingga belum cukup signifikan untuk meraih suara rakyat, seperti yang terjadi pada putaran pertama lalu," kata dia.Dedi menambahkan, pada akhirnya perang ini akan berlangsung tidak seimbang, karena rakyat menilai Mega tidak menarik untuk ditampilkan dalam debat publik."Komunikasi politik lebih bagus, daripada koalisi yang akhirnya bagi-bagi kursi. Ini akan menjadi antipati bagi takyat. Justru opini publik akan lebih mengarah kepada SBY," demikian Dedi Jamaludin. (fab/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads