Salah satu peserta lomba adalah seorang pria yang berprofesi sebagai pengacara, Soegiharto. Ia mengaku mengikuti lomba International Practical Shooting Confederation (IPSC) level 2 Kapolri Cup 2012 karena sudah sejak lama tertarik dengan olah raga menembak dan senang akan sensasi yang didapatkan saat menembak.
"Saat suara dan hentakan keluar dari pistol, ada kepuasan tersendiri," kata Soegiharto kepada wartawan di lokasi, Sabtu (16/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat menembak perlu adanya kecepatan, ketepatan, dan yang penting safety," ungkapnya.
Ternyata dari kerumunan pria yang mengikuti lomba ada juga seorang wanita cantik bertubuh tegap dan berambut panjang yang siap dengan pistol STI miliknya. Wanita bernama Nana tersebut bergerak dengan lincah melewati rintangan untuk membidik sasaran berupa papan panjang putih yang disiapkan panitia.
"Dengan menembak kita dilatih lebih fokus dan melatih untuk menguasai diri," ungkap wanita yang berprofesi sebagai dokter gigi tersebut.
Sementara itu di deretan tamu VIP terlihat Wakapolri Komjen Nanan Sukarna dan Gubernur Akpol Irjen Pol Djoko Susilo. Uniknya dalam adu tembak antar tamu VIP, Wakapolri memberikan aturan jika peserta tidak bisa mengenai satu sasaran sama sekali, maka diharuskan memberikan uang sebesar Rp 1 juta kepada panitia.
"Dari lomba ini diharapkan nantinya ada atlit yang bisa mewakili Indonesia ke ajang internasional," kata Wakapolri Komjen Nanan.
(asp/asp)











































