"Kementerian Luar Negeri mengingatkan kembali bagi WNI yang akan bepergian ke Suriah, kiranya dapat mempertimbangkan dan meninjau ulang mengingat situasi dan kondisi di negara tersebut tidak kondusif." Demikian peringatan yang disampaikan Kemlu melalui pesan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (16/6/2012).
Menurut Kemlu, sejak Februari 2012, Pemerintah RI secara periodik telah melakukan repatriasi WNI dari Suriah ke Indonesia. Repatriasi adalah kembalinya suatu warga negara dari negara asing yang pernah menjadi tempat tinggal menuju tanah asal kewarganegaraannya. Hingga saat ini terdapat 108 WNI yang berada di penampungan KBRI Damaskus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses pemulangan WNI dari negara konflik bukan pertama ini dilakukan oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI. Sebelumnya sudah ada pemulangan WNI dari Tunisia, Mersir, Libya, dan Yaman.
"Ini bukan yang pertama kali. Masalah perlindungan warga negara terus menerus kita lakukan dengan atau tanpa perhatian dari masyarakat dan media," ujar Menlu, Marty Natalegawa, dalam jumpa pers di kantor Kemlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (13/6) lalu.
Pemulangan WNI dari Suriah dengan menggunakan pesawat khusus juga menjadi salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kondisi di Suriah, diimbau agar selalu melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri dan/atau KBRI Damaskus melalui nomor telepon hotline berikut ini:
Hotline KBRI Damaskus:
+963 11 611 9630
+963 954 444 810
+963 933 098 212
+963 941 950 829
Hotline Kementerian Luar Negeri RI (pada hari kerja, Senin hingga Jum'at, dari jam 09.00 s/d 17.30):
(021) 381 3186
(021) 384 9045
Hotline Kementerian Luar Negeri RI (di luar jam kerja pada hari kerja, dan pada hari Sabtu dan Minggu):
0878 8566 5609
0878 7577 7070
0812 8168 6601
(vit/nik)











































