Duh, Balas Dendam Jadi Budaya di Papua

Duh, Balas Dendam Jadi Budaya di Papua

- detikNews
Sabtu, 16 Jun 2012 10:51 WIB
 Duh, Balas Dendam Jadi Budaya di Papua
Jakarta - Kondisi Papua masih mengkhawatirkan. 1 Nyawa melayang diganti nyawa lainnya. Balas dendam masih menjadi budayadi Papua.

"Penyebab terkait konflik di Papua masalah budaya. Perang masih terus berlangsung. Kalau ada 1 yang meninggal ganti rugi 1 orang juga. Ini budaya yang harus kita pertimbangkan ke depan. Budaya balas dendam menjadi budaya Papua saat ini," ujar Brigjen Sumardi, Asdep I Koordinasi Otsus Kemenko Polhukam.

Sumardi mengatakan itu dalam diskusi polemik Sindo Radio 'Papua yang Tak Kunjung Reda' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sumardi, masyarakat Papua lebih berkiblat pada kepala suku. Apa yang disampaikan kepala suku pasti akan dilaksanakan.

"Jadi mudah sekali terprovokasi oleh pimpinannya," kata dia.

Bahkan, lanjutnya, masyarakat Papua tidak menuruti ucapan kepala daerah. Sebab kepala daerah jarang sekali ada di tempat.

"Jadi mereka sering dipimpin kepala suku. Ada kelompok yang disakiti dan dirugikan, jadinya dendam," tutur Sumardi.



(nik/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads