Panwaslu DKI : Baju Khas Tiap Pasangan Calon Tak Termasuk Alat Peraga

Panwaslu DKI : Baju Khas Tiap Pasangan Calon Tak Termasuk Alat Peraga

Dhurandhara HKP - detikNews
Sabtu, 16 Jun 2012 08:39 WIB
Panwaslu DKI : Baju Khas Tiap Pasangan Calon Tak Termasuk Alat Peraga
Jakarta - Pilkada DKI Jakarta kali ini punya 6 pasangan calon. Jumlah yang cukup banyak bagi masyarakat awam untuk mengenalinya. Oleh karena itu, beberapa pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur mengenakan baju tertentu yang menjadi identitas mereka.

Pasangan Joko Widodo- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Hidayat Nur Wahid - Didik J Rachbini contohnya. Kedua pasangan ini memiliki kostum tetap saat melakukan sosialisasi. Bahkan kostum itu juga dikenakan oleh tim suksesnya. Selama ini Jokowi-Ahok akrab dengan baju kotak-kotak, sementara Hidayat-DIdik dengan batik Jakarta berwarna oranye.

Lalu, apakah penggunaan kostum khas ini melanggar aturan dari Panwaslu mengingat memasuki masa kampanye, segala atribut dan alat peraga yang berhubungan dengan pasangan calon belum boleh ditunjukkan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu bukan bagian dari alat peraga. Kalau seperti spanduk itu baru alat peraga. Kita belum pernah dapat laporan dari tim sukses tertentu yang bilang kalau baju kotak-kotak atau Batik Jakarta itu mengganggu. Kita belum dapat masukan dari semua pasangan calon, tapi nanti akan dikumpulkan. Kita lihat dulu lah, harus dilihat juga ada keberatan dari lainnya atau tidak," ujar Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, saat dihubungi, Sabtu (16/6/2012).

Menurut Ramdansyah, masyarakat awam memang banyak yang bingung karena banyaknya pasangan cagub-cawagub yang berpartisipasi. Penggunaan kostum khusus ini diklaim akan memudahkan masyarakat untuk memilih pasangan calon pilihannya.

"Pernah kita lakukan survei, ternyata masyarakat itu nomor urut kalau kita acak bisa lupa. Jadi mereka hanya hafal muka, tak hafal nomor urut. Yang detail tidak ingat," tambah Ramdansyah.

Ramdansyah menilai, aturan mengenai penggunaan kostum khusus ini masih abu-abu. Namun ia yakin, para pemilih nantinya akan tetap cerdas dan rasional.

"Masih debatable lah. Tapi kalau penggunaan baju kotak-kotak misalnya, itu mengingatkan kembali ini loh saya Jokowi yang kotak, itu memudahkan untuk memilih. Namun saya yakin, masyarakat cerdas dan rasional. Mereka pasti punya pilihan sejak dari rumah berangkat ke TPS. Jadi yang lahir tidak bisa mempengaruhi yang batin," jelas Ramdansyah.

(gah/mok)


Berita Terkait