Gelar Rapimnas, PBR Masih Beda Pendapat Soal Dukungan
Jumat, 20 Agu 2004 08:30 WIB
Jakarta - Pasangan Mega-Hasyim mengaku optimis PBR segera bergabung dalam Koalisi Kebangsaan mendukung mereka. Sedangkan pasangan SBY-JK mengklaim, 80 persen suara di PBR condong memilih mereka. Tapi di kalangan internal PBR, masih belum jelas siapa yang akan didukung.Perbedaan pendapat itulah yang muncul menjelang Rapimnas DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) yang akan dilangsungkan Jumat (20/8/2004) malam ini, di Kantor DPP PBR Jl. Pakubuwono VI Nomor 76, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mulai pukul 19.30 WIB.PBR sebagai salah satu partai dengan basis massa cukup besar, menjadi target koalisi untuk memberikan dukungan pada pilpres putaran kedua nanti. Sebelumnya pada putaran pertama, partai pimpinan Da'i kondang KH Zainuddin MZ itu, mendukung Amien rais.Ketua DPP PBR Ade Nasution membenarkan, sedikitnya 80 persen pengurus dan anggota DPP PBR lebih condong memilih SBY-JK, hanya sedikit yang mendukung Mega-Hasyim."Kelihatannya begitu (dukung SBY-JK). Kalau kita lihat, kita harus melawan status quo. Saya rasa hanya satu dua orang yang mendukung Mega karena dekat dengan Taufik Kiemas," kata Ade.Menanggapi kehadiran Zainuddin pada deklarasi Koalisi Kebangsaan mendukung Mega-Hasyim, Kamis (19/8/2004) kemarin, menurut Ade, itu hanya untuk memenuhi undangan."Dia datang hanya diundang, bukan menandakan keputusan partai," tegas Ade yang dihubungi detikcom via telepon genggamnya, Jumat (20/8/2004) pagi.Dukung Capres SipilSementara itu, dihubungi secara terpisah, salah satu ketua DPP PBR lainnya yaitu Zaenal Ma'arif mengaku dirinya lebih memilih capres yang berasal dari sipil.Berbeda dengan Ade, Zaenal lebih setuju dengan konsep koalisi antar parpol seperti dalam Koalisi Kebangsaan yang digalang PDIP, Golkar, PPP dan PDS itu."Kecenderungan saya selama ini, tidak ingin demokrasi runtuh. Dan parpol adalah sebagai tiang dari demokrasi. Saya sendiri lebih memilih capres dari sipil," kata Zaenal.Tapi untuk keputusan DPP, Zaenal menyerahkan sepenuhnya pada rapimnas nanti malam. Ia memperkirakan keputusan rapimnas akan ditentukan melaui voting."Dari 29 pengurus DPP, belum jelas akan mencoblos siapa. Semua bisa mengklaim mendukung siapa pun. Kita lihat saja hasil pra pilpres (rapimnas) di DPP nanti malam," demikian Zaenal Maarif.
(fab/)











































