Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Nasrullah yang menjadi korban pemalsuan mengaku didatangi Simon H Pakpahan yang bermaksud menindaklanjuti perjanjian pengadaan logistik kampanye PKS. Nasrullah pun kaget karena dia sama sejali tidak tahu perjanjian itu.
"Di dalam perjanjian itu juga tertera tanda tangan pelapor namun berbeda dengan tanda tangan pelapor yang asli. Dan nama pelapor sama sekali tidak pernah menandatangani perjanjian itu," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (15/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan Nasrullah, seseorang bernama Simon Pakpahan mengatakan sudah memberikan uang sebesar Rp 200 juta ke kepada MS, orang yang menjanjikan proyek kerja sama pengadaan logistik itu. Dijelaskan dia Simon adalah orang ketiga yang sudah mengkonfirmasi kepada Nasrullah atas tindak pemalsuan yang sama.
Nasrullah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada Kamis (14/6) kemarin. Laporannya dicatat dengan nomor: LP 2036 VI 2012 PMJ Ditreskrimum.
"Pelapor datang ke SPK Polda Metro Jaya dengan memperlihatkan surat perjanjian yang dibuat oleh terlapor berikut surat resmi yang dikeluarkan PKS DKI untuk membut laporan polisi guna lidik lanjut," terang Rikwanto.
Nasrullah saat dihubungi detikcom membenarkan telah melaporkan MS alias I ke Polda Metro Jaya. MS bukanlah kader PKS namun banyak berinteraksi dengan PKS. Awalnya Nasrullah bahkan tidak mengenal MS hingga muncul kasus itu.
"Sebelumnya saya nggak tahu dia hingga ada vendor yang datang ke saya dan menunjukkan surat perjanjian dan menunjukkan foto. Ternyata tanda tangan saya dipalsukan. Katanya surat perjanjian itu atas perintah saya ke Pak MS. Pakai bendera Pak Simon, lalu nyari vendor untuk logistik kampanye," tutur Bendahara Umum DPW PKS DKI ini.
Setelah tahu ada pemalsuan tanda tangan dan perjanjian, Nasrullah lantas mencari nomor kontak MS. Dia menelepon dan meminta bertemu dengan yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi.
"Saya telepon dia minta datang, eh dia nggak datang," ucap pria yang mengurusi logistik timses Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini ini.
Dengan pelaporan ini, dia berharap tidak akan ada korban atas penipuan itu.
(/)











































