Pemerintah Prioritaskan Pemulangan TKI dari 5 Zona Konflik di Suriah

Pemerintah Prioritaskan Pemulangan TKI dari 5 Zona Konflik di Suriah

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jumat, 15 Jun 2012 13:22 WIB
Pemerintah Prioritaskan Pemulangan TKI dari 5 Zona Konflik di Suriah
Jakarta -

Pemerintah mempercepat proses evakuasi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT) yang berada di wilayah konflik Suriah. Evakuasi diprioritaskan pada daerah-daerah rawan konflik yang minim perlindungan dan kondisinya membahayakan keselamatan TKI.

Terdapat 5 daerah konflik yang menjadi perhatian khusus dalam proses evakuasi yaitu Homs yang terdapat 405 TKI/PLRT, Hama (86), Idleb (17), Dar’a (11) dan Rif Dimasq (426).

"Dalam situasi perang yang tak menentu, pengecekan dan proses evakuasi memerlukan penanganan khusus dengan waktu, tenaga dan biaya yang lebih banyak. Namun kita tidak akan membiarkan TKI dan WNI yang lain menjadi korban. Pemerintah akan sekuat tenaga memulangkan TKI dari Suriah," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Jumat (15/6/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain lima wilayah tersebut, pemerintah juga memberi perhatian kepada daerah lain seperti Damascus, Aleppo, Lattakia, Tartus, Raqqah, Deir Ez Zour, Sweida, Al Hasakah, dan Quneitra.

Muhaimin mengatakan pihak Kemenakertrans terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Damaskus dan Atase Naker di Suriah untuk memantau perkembangan situasi di Suriah, menghubungi TKI dan majikannya serta memulangkan TKI dari Suriah.

"Pemerintah serius mengantisipasi gejolak politik dalam negeri Suriah. Pemulangan TKI dari Suriah akan terus dilakukan secara bertahap baik melalui evakuasi maupun pemulangan reguler," imbuh Muhaimin.

Muhaimin juga mengatakan pemerintah terus mengimbau TKI/PLRT di daerah rawan konflik untuk segera datang ke KBRI dan shelter terdekat yang disediakan antara lain di Damaskus, Lattakia dan Aleppo agar dapat segera diselamatkan dan dievakuasi.

“Kita terus mengimbau kepada seluruh TKI/ WNI yang berada di Suriah agar selalu waspada terhadap perkembangan situasi di daerah sekitar tempat tingal dan melaporkan jika terdapat hal-hal yang dianggap membahayakan keselamatan dirinya," kata Muhaimin.

Sejauh ini, sebanyak 202 TKI telah dievakuasi dari Suriah pada 10 Juni 2012. Sedangkan pemulangan regular dan bantuan majikan mencapai 70 orang. Dalam waktu dekat ini, lanjut politisi PKB ini, proses pemulangan TKI dari Suriah akan segera dilanjutkan pada tanggal 17 Juni dan 19 Juni.

Muhaimin menambahkan Pemerintah Indonesia melalui Kemenakertrans sejak 9 Agustus 2011 telah memutuskan untuk memberlakukan moratorium penempatan TKI sektor PLRT ke Suriah.

Kebijakan ini dibuat oleh pemerintah dengan komitmen untuk memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada warga negara Indonesia yang bekerja dan hendak bekerja ke luar negeri. Jumlah TKI yang tercatat berada di Suriah adalah 12.189 orang.

Bagi TKI yang membutuhkan bantuan informasi dan evakuasi di Suriah bisa menghubungi nomor telepon +963116132578, +963954444810, atau +963116119630

(rmd/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini