Perampok Bersenpi Berkeliaran, Polisi Perlu Tingkatkan Patroli

Perampok Bersenpi Berkeliaran, Polisi Perlu Tingkatkan Patroli

- detikNews
Jumat, 15 Jun 2012 12:34 WIB
Perampok Bersenpi Berkeliaran, Polisi Perlu Tingkatkan Patroli
Jakarta - Dalam sepekan ini setidaknya dua perampokan menggunakan senjata api terjadi di Ibukota. Misalnya pengemudi Avanza di Jakarta utara yang mobilnya ditembak hingga uang Rp 98 juta raib. Untuk meminimalkan ruang aksi perampok ini, polisi perlu meningkatkan patrolinya.

"Polisi perlu meningkatkan patroli di jalanan untuk mempersempit ruang perampok," ujar kriminolog dari Universitas Indonesia, Prof Dr Muhammad Mustofa, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (15/6/2012).

Menurut dia, saat ini polisi masih lebih banyak berada di kantor sehingga personel di lapangan lebih sedikit. Padahal seharusnya, sambungnya, bukan kantor polisi yang dijaga melainkan lingkungan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu tempat yang seharusnya dijaga juga bukan versi polisi saja seperti objek-objek vital. Jalanan umum yang banyak masyarakatnya juga seharusnya dijaga. Ini kan pekerjaan utama polisi," tutur Mustofa.

Dia mengapresiasi upaya polisi yang beberapa waktu lalu menggerebek tempat perakitan senjata api di Cipacing, Bandung, Jawa Barat. Namun selain itu polisi juga harus memiliki database bengkel bubut di daerah mana saja yang berpotensi membuat senjata api.

Menurutnya, kebanyakan senjata api yang digunakan para perampok merupakan hasil selundupan dan rakitan. Senjata api rakitan ini tak membutuhkan teknologi tinggi sehingga mudah diperoleh.Β 

"Maka itu akses untuk mendapatkannya harus dibatasi. Polisi harus rutin melakukan razia untuk memperoleh senjata api di jalanan," tambah Mustofa.

Terkait izin kepemilikan senjata api, lanjutnya, saat ini memang sudah dibatasi. Namun polisi didorong untuk lebih proaktif mendatangi pemilik senjata api yang izinnya sudah habis. "Jadi jangan cuma pasif menunggu," ujar Mustofa.

Kasus-kasus perampokan bersenpi di Jakarta dalam pekan ini antara lain terjadi pada Selasa (12/6/2012). Sebuah Avanza hitam ditembak empat kali oleh orang tak dikenal di kawasan Jakarta Utara. Alhasil, uang sebanyak Rp 98 juta raib digondol perampok dari dashboard mobil bernopol B 1834 PKM tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena korban sedang mengganti ban sebelah kiri yang pecah terkena besi tajam ketika peristiwa terjadi.

Pada Rabu (13/6/2012), seorang pria bernama Asri Sutan Moch Nur (70), warga Jatinegara Timur, juga menjadi korban perampok bersenpi di Jatinegara, Jakarta Timur. Saat sedang membawa bungkusan kecil berisi uang Rp 100 juta, Asri ditabrak pengendara sepeda motor. Saat sama-sama jatuh, pelaku menodongkan pistol ke arah Asri. Pelaku sempat memuntahkan timah panas dari pistolnya dan melukai pria tua itu serta saksi di lokasi.

(/nrl)


Berita Terkait