"Saya sempat meneriaki maling, sehingga menarik warga perhatian sama petugas sabhara mabes polri yang melintas," kata sang supir, Asep Yusuf (30) saat ditemui wartawan di pintu keluar tol Halim, Kamis, (14/6/2012).
Aksi derek liar yang bermodus mirip pembegalan ini bermula saat Yusuf diteriaki pelaku kalau knalpot mobilnya mengeluarkan api. Yusuf pun meminggirkan mobilnya karena khawatir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komplotan derek liar yang berjumlah 4 orang itu pun langsung mengambil alih kendali mobil Yusuf. Satu orang duduk di jok kemudi mobil Yusuf, sementara lainnya mengaitkan derek.
Untungnya baru beberapa saat beroperasi beberapa polisi dari unit Shabara mabes Polri melihat dan langsung menghampiri mobil derek liar tersebut. Sayangnya pelaku melihat mobil petugas dan langsung melarikan diri.
"Saya lintas jalan tol, saya liat arah jakarta lagi dibawa derek liar. Saya putar arah, begitu saya lihat Halim udah kabur," ujar Kanit Shabara Baharkam Ipda Bambang yang mengejar mobil derek tersebut.
Sebagai Polisi yang biasa melakukan patroli dijalan tol, Bambang mengakui kalau derek liar masih sering melakukan operasinya di Jalan tol. Polisi kesulitan menghentikan operasi tersebut karena mereka juga pengguna tol.
"Dia nggak bisa dilarang karena bayar sebagai pengguna tol. Kalau tidak ganggu nggak bisa bisa kita tangkap, tapi kalau tertangkap sedang beroperasi itu bisa," katanya.
Sebelumnya petugas patroli Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, berhasil menggagalkan aktivitas derek liar yang beroperasi di Tol Dalam Kota. Sayangnya pelaku yang sempat ditabrak petugas, berhasil meloloskan diri.
Calon korban bernama Parman (20) dan supirnya (30) sedang mengemudikan mobil bak Daihatsu Carry bernopol B 9939 UAD hampir menjadi korban derek liar. Mobil yang memuat ikan dari Muara Baru, hendak dikirim ke tempat pengolahan di Depok.
(edo/gah)











































