"Pertemuan ini hasil inisiatif KPK dalam rangka membuat nota kesepahaman anti korupsi bagi calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta," ujar Ketua KPU DKI, Dahliah Umar, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis, (14/6/2012)
Menurutnya, inisiatif itu muncul ketika KPU DKI ditanya komisioner KPK soal komitmen KPU DKI memberantas korupsi.
"Penting juga untuk kami memastikan publik mengetahui harta kekayaan calon gubernur dan wakil gubernur. Ini pertama kalinya KPUD melakukan verifikasi harta kekayaan bersama KPK," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja menuturkan bahwa landasan pertemuan KPK dan cagub-cawagub kali ini karena maraknya kasus korupsi yang dilakukan kepala daerah.
"Ada 173 pimpinan daerah yang terindikasi korupsi, sebagian perkara itu tengah digarap oleh KPK. Dari situ kami berpikir untuk melibatkan diri dari awal pemilihan sampai akhir," ujarnya.
Pasangan calon gubernur itu berdatangan ke KPK pukul 13.45 WIB. Mereka adalah Hendardji-Riza, Hidayat-Didik, Alex-Nono, Faisal-Biem, Jokowi-Ahok, dan Foke-Nachrowi.
Tiap pasangan hadir mengenakan baju kebesaran masing-masing. Jokowi-Ahok dengan baju kotak-kotak merah, Hidayat-Didik menggunakan baju Batik Beresin Jakarta, sedangkan Faisal-Biem dan Alex-Nono memakai kemeja putih-putih.
(rmd/nrl)











































