"Memikirkan secara terpadu bagaimana itu climate change sekaligus menyiapkan kalau skenario itu terjadi," ujar Boediono.
Hal tersebut dikatakannya dalam pembukaan Pekan Lingkungan Indonesia 2012 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (14/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang terpenting adalah bagaimana dunia usaha menyiapkan teknologi terbaru untuk mengantisipasi perubahan iklim tersebut.
"Mereka sediakan teknologi baru, mendukung kegiatan lingkungan," terangnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Bathasar Kambuaya, mengatakan permasalahan lingkungan hidup memiliki kesamaan dengan permasalahan ekonomi.
"Keduanya tanpa batas dapat melintasi seluruh negara di dunia. Dampaknya dapat dirasakan pasa masing-masing negara dan individu," ujarnya.
Pada tingkat nasional, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahun 2020. Untuk kalangan dunia usaha, perusahaan akan diberikan predikat perusahaan baik dan buruk dalam usahanya untuk menjalankan program Peningkat Kinerja Lingkungan Hidup (Proper).
(fiq/mok)











































