Mega: Hanya Aceh Yang Akui Presiden Perempuan
Kamis, 19 Agu 2004 23:31 WIB
Aceh - Presiden Megawati menyebutkan, bahwa hanya di Aceh, kepemimpinan perempuan diakui. Pasalnya menurut Mega, hanya Aceh yang membantah pernyataan bahwa perempuan tidak boleh memimpin.Pernyataan itu dikatakan capres dari PDIP itu ketika menyampaikan pidatonya di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-4 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Kamis (19/8/2004). ?Sudah bertahun-tahun saya mencari tahu soal kepemimpinan perempuan dan pada kenyataannya, hanya di tempat inilah yang membantah pernyataan, perempuan tidak boleh menjadi pemimpin,? ungkap Mega.Mega menambahkan, ketika Aceh masih diperintah oleh para sultan, 4 diantaranya adalah sultan perempuan atau lazim disebut sultanah. Ia mengambil contoh Ratu Safiatuddin. Anak Sultan Iskandar Muda ini, adalah perempuan pertama di Aceh yang menjadi sultan, ketika Aceh masih berbentuk kerajaan.?Karena itu tak ada halangan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin di negeri ini,? demikian Megawati Sukarnoputri.
(fab/)











































