Analis politik dari Charta Politika, Arya Fernandes, menyebut pernyataan SBY mengenai isu korupsi parpol akan memicu ketegangan dengan partai anggota koalisi ataupun non-koalisi.
"Pidato soal korupsi dapat memicu ketegangan baru antara Demokrat dengan anggota koalisi atau non-koalisi. Dan saya kira sindiran tersebut tidak elok untuk memperkuat pemerintahan SBY di 2 tahun menjelang masa akhir pemerintahannya," kata Arya saat dihubungi, Kamis (14/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arya menambahkan peringatan SBY agar kader Demokrat mengundurkan diri bila tersangkut korupsi merupakan hal positif yang ingin ditunjukkan ke publik. "Ini imbauan positif untuk memperbaiki citra partai dan juga adalah peringatan keras bagi kader partai yang tersangkut masalah korupsi," pungkasnya.
SBY dalam pidatonya membeberkan data urutan partai terkorup mulai dari tingkat DPRD hingga kementerian. Untuk korupsi di tingkat DPRD Kabupaten/Kota pada periode 2004 -2012, kader PD yang melakukan tindak pidana korupsi menempati peringkat tiga dengan 11,5 persen.
Sedangkan untuk korupsi di tingkat DPR, Kementerian, Gubernur, dan Wali Kota/Bupati, oknum PD juga menempati posisi tiga. Di bawah dua parpol lain yang tidak disebutkan namanya oleh SBY. "Saya ingin menunjukkan data yang sah, masih banyak parpol yang korupsinya jauh di atas Demokrat," kata SBY.
(fdn/)











































