Tindakan penghadangan dilakukan guru untuk menyampaikan secara langsung masalah dana insentif tahun 2010 dan 2011 dari provinsi yang belum juga dibayarakan. Selain itu guru juga menuntut dihapuskannya pungutan liar di Dinas Pendidikan Siantar.
Mereka sudah beberapa kali berdemo, namun belum ada tanggapan seperti yang diharapkan. Pada Rabu siang, mereka kembali menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Siantar, Jl. Adam Malik. Ternyata saat bersamaan, Walikota Hulman Sitorus juga berada di gedung dewan, menghadiri rapat paripurna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami hanya ingin menyampaikan tuntutan kami," kata Merry Sitanggang, salah satu guru.
Meski dihadang mobil patroli pengawal dan mobil sang walikota tetap menerobos blokade hingga nyaris menabrak para guru. Tidak selesai sampai di situ, para guru kemudian terlibat keributan dengan Satpol PP yang mengawal walikota. Kericuhan tak berlangsung lama setelah aparat kepolisian melerai kedua kelompok.
(rul/trw)











































