Sebanyak 1.121 peserta seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) yang mendaftar dari panitia lokal (Panlok) 44 di Surakarta, tidak mengikuti ujian tulis di hari kedua. Mereka tidak memberikan alasan atas atas ketidakhadiran itu. Jumlah tersebut meningkat 318 angka, karena pada hari pertama kemarin jumlah peserta yang tidak hadir sejumlah 803.
"Kemarin sebanyak 803 orang tidak hadir pada ujian tulis hari pertama. Hari ini jumlah yang tidak hadir bertambah menjadi 1.121 peserta atau bertambah 318 orang lagi yang tidak hadir," ujar Ketua SNMPTN Panlok 44 Surakarta, Sutarno, Rabu (13/6/2012) siang.
Sutarno mengatakan seluruh peserta yang tidak hadir tersebut tidak ada yang memberikan keterangan atau alasan ketidakhadirannya kepada panitia. Karena itu panitia tidak mengetahui pasti alasan para peserta mengundurkan diri, terutama pada 318 peserta yang sebelumnya telah mengikuti ujian di hari pertama pada hari Selasa kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah SNMPTN yang mendaftar di Panlok 44 Surakarta tahun ini mencapi 18.740 orang. Mereka harus menggikuti ujian tulis pada tanggal 12-13 Juni. Panitia menyediakan 935 ruang di 49 lokasi yang berada di dalam kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) dan sejumlah sekolah di Solo, dengan dibagi membagi menjadi 10 sektor dan dijaga oleh 1.894 pengawas.
10 Persen Peserta Undangan Juga Mundur
Bukan hanya peserta SNMPTN jalur tulis yang ramai-ramai memilih mundur, peserta SNMPTN jalur udangan yang dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) juga banyak yang mengundurkan diri. Dari 1.509 peserta jalur undangan yang diterima, 152 orang atau lebih dari 10 persen jumlah total tidak melakukan registrasi ulang pada waktu yang ditentukan yaitu pada 12-13 Juni.
"Dari 1.029 peserta untuk program sarjana hanya 939 orang yang melakukan registrasi. Sedangkan 480 peserta dari program D-3 dan D-4, hanya 418 orang yang melakukan registrasi. Kursi yang kosong strata S-1 itu akan dialokasikan untuk peserta jalur tulis, sedangkan strata D-3 dan D-4 akan diisi peserta baru gelombang dua," ujar Humas UNS, Tunjung W Sutirto. (mbr/trw)










































