"Kami, kalau OPM yang dituduh melakukan penembakan, kami menunutut secara tegas pembuktian siapa angota OPM yang melakukan itu. Kasus ini tidak pernah akan terungkap kalau hanya melibatkan polisi pemerintah Indonesia saja, harus ada interupsi tangan ketiga. Mari kita undang polisi keamanan dunia untuk mengusut kasus ini supaya netral dan jujur," kata Panglima Tentara Nasional Pembebasan (TNP) OPM, Lambertus Peukikir.
Pernyataan tersebut disampaikan Lambertus kepada detikcom dalam sebuah perbicangan, Rabu (13/6/2012) pagi. "Harus ada tim independen," tegas pria berbadan gempal ini.
Menurut Lambertus, bukan hanya OPM yang memegang senjata di wilayah Papua. Selain pihak aparat TNI, polisi, dan intelijen, pengamatan intelijen OPM di lapangan masyarakat sipil Papua tidak sedikit yang memegang senjata. Dia mencontohkan di wilayah perbatasan antara Papua dan New Guinea, di wilayah tersebut banyak didapatkan masyarakat yang menyangklong senjata.
"Mereka mengaku mendapatkan senjata itu dari aparat," tuding Lambertus.
Disinggung dialog damai yang diusulkan pemerintah Indonesia kepada OPM, Lambertus meminta Indonesia bersikap terbuka untuk usulan keterlibatan PBB. Dia beralasan bila dialog hanya melibatkan kedua pihak maka tidak akan pernah tercapai kesepakatan.
"Kalau pemerintah Indonesia dengan OPM dalam konteks berdialog, tidak pernah ada solusi dan tidak pernah ada penyelesaian kecuali Indonesia dan OPM duduk di meja PBB," terang lambert
(ahy/mad)











































