"Keributan terjadi pukul 06.00 WIT. Tapi sudah kita amankan sampai pukul 08.00 WIT," kata Kapolres Mimika AKBP Deni Siregar saat dihubungi detikcom, Rabu (13/6/2012).
Deni mengatakan awal keributan diduga dari seorang oknum warga yang tengah mabuk. Orang ini berteriak-teriak dan mengintimidasi warga lainnya. Ucapan oknum warga yang masih diselidiki dari kampung mana ia berasal, memicu emosi warga kampung lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Deni, bentrok antar warga ini sebelumnya sudah pernah terjadi. Karena itu, sudah ada perjanjian perdamaian antar kedua kampung ini pada Sabtu (9/6) lalu.
"Jadi itu seperti kebiasaan (berperang). Seperti identitas diri. Makanya kita terus jaga. Nggak bisa juga dibiarkan. Pas keributan terjadi, kita langsung menyisir tenda-tenda mereka," jelas Deni.
Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah anak panah, ketapel, dan senapan angin. Keributan antar dua warga kampung ini menyebabkan beberapa warga terluka.
"Ada yang luka tapi saya belum terima datanya berapa banyak," ungkap Deni.
(gus/nrl)










































