Bentrok Warga di Timika, Polisi Amankan Anak Panah & Senapan Angin

Bentrok Warga di Timika, Polisi Amankan Anak Panah & Senapan Angin

Chazizah Gusnita - detikNews
Rabu, 13 Jun 2012 13:35 WIB
Jakarta - Bentrok antar warga kembali pecah di Papua. Kali ini terjadi antara warga Kampung Harapan (kampung atas) dan Kampung Amole (kampung bawah) di Distrik Kwamki Narama, Timika.

"Keributan terjadi pukul 06.00 WIT. Tapi sudah kita amankan sampai pukul 08.00 WIT," kata Kapolres Mimika AKBP Deni Siregar saat dihubungi detikcom, Rabu (13/6/2012).

Deni mengatakan awal keributan diduga dari seorang oknum warga yang tengah mabuk. Orang ini berteriak-teriak dan mengintimidasi warga lainnya. Ucapan oknum warga yang masih diselidiki dari kampung mana ia berasal, memicu emosi warga kampung lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di sana biasa ada yang mabuk mengintimidasi, teriak-teriak. Warga lain terpancing. Keributan terjadi," jelasnya.

Menurut Deni, bentrok antar warga ini sebelumnya sudah pernah terjadi. Karena itu, sudah ada perjanjian perdamaian antar kedua kampung ini pada Sabtu (9/6) lalu.

"Jadi itu seperti kebiasaan (berperang). Seperti identitas diri. Makanya kita terus jaga. Nggak bisa juga dibiarkan. Pas keributan terjadi, kita langsung menyisir tenda-tenda mereka," jelas Deni.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah anak panah, ketapel, dan senapan angin. Keributan antar dua warga kampung ini menyebabkan beberapa warga terluka.

"Ada yang luka tapi saya belum terima datanya berapa banyak," ungkap Deni.

(gus/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini