"Rambutnya botak karena rontok. Berat badannya turun terus. Sudah 7 bulan dirawat. Sempat dirawat di Highcare RS Fatmawati selama 11 hari karena HB-nya 3 dan trombositnya 5.000. Sampai hari ini sudah habis 397 kantong darah. Tapi alhamdulillah sekarang Rahil sudah keluar dari Highcare," tutur Tuti Haryati, ibunda Rahil, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (13/6/2012).
Sejak 7 bulan lalu, Rahil sudah menjalani 30 kali kemoterapi. Selanjutnya anak yang terpaksa meninggalkan bangku SD kelas 4 ini harus menjalani lagi kemoterapi sebanyak 10 hingga maksimal 16 kali lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk rawat inap, dokter, dan tindakan medis, Rahil menggunakan Jamkesmas. Hanya saja ada jenis obat-obatan yang tidak ditanggung. Sang Ibu pun terpaksa cari pinjaman ke sana ke mari demi obat untuk anak sulungnya itu.
"Ada obat-obatan non-Jamkesmas. Sebenarnya di RS Dharmais itu bisa gratis, tapi tempatnya full terus. Yang dari luar daerah saja harus antre. Selkanker itu kan cepat sekali, saya nggak berani tanggung risiko kalau harus antre ke Dharmais," papar Tuti.
Untuk keperluan obat Rahil, Tuti setidaknya harus keluar uang Rp 2 juta. Untuk obat yang harus diminum pagi dan sore saja, harga obat per butirnya Rp 134 ribu.
Saat ini Rahil harus sering jalan-jalan agar otot kakinya tidak mengecil. Namun dokter memperingatkan agar Rahil tidak berlari-lari. Gadis kecil itu tidak boleh kelelahan. Apalagi bocah itu masih susah makan.
"Dia muntah terus. Yang masuk hanya sari kurma, madu, dan minum. Kata Rahil badannya rasanya kaya dipanggang. 7 Bulan lalu beratnya 53 kg, sekarang 40 kg. Tinggi anak itu 153 cm. Dulu anaknya memang tinggi besar," lanjut Tuti.
Tuti menuturkan sebelum divonis mengidap kanker darah stadium 4, Rahil adalah anak yang sehat, ceria, sehat, aktif. Rahil jarang sekali sakit. Bahkan Rahil kerap menjaga adiknya, Azlen, yang sejak 2008 menderita pembengkakan di otak.
"Waktu Rahil masih sehat, dia bisa jaga adiknya di RS, sehingga saya bisa dagang. Waktu dua-duanya sakit saya sama sekali nggak bisa usaha. Full saya di RS terus tanpa kegiatan cari nafkah," terang Tuti.
Ibu 46 tahun itu ingin sekali Rahil tidak kehilangan waktunya mengenyam pendidikan kendati mengidap leukemia. Sayangnya pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak untuk Rahil.
"Saya inginnya dia bisa tetap sekolah. Kalau ulangan umum bisa dikerjakan di RS. Terus gurunya juga menjenguk dan menyampaikan pelajarannya sudah sampai mana. Jadi kan anak bahagia dan ada semangat hidup," ucap warga Tangerang Selatan ini.
Memang ada yayasan yang memperhatikan pendidikan anak-anak pengidap kanker. Namun sayangnya anak-anak hanya diminta menggambar. Menurut Tuti, anaknya bukan lagi anak TK yang masih belajar menggambar.
"Dia nggak boleh lari. Nggak boleh capai otaknya. Sama dokter nanti kalau sudah keluar RS disuruh home schooling. Tapi ya nggak ada biaya kalau untuk itu. Saya ingin sekali dia tetap sekolah, tetapi harus dijaga lebih ketat," kata Tuti.
Rahil adalah anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya sudah meninggal saat Rahil berumur 5 tahun dan sang adik, Azlen, berumur 10 hari. Sang ayah yang masih kuliah S2 kala itu meninggal karena sakit asma. Beberapa waktu setelah ayahnya meninggal, Azlen dirawat di RS Fatmawati karena pembengkakan di otak. Menyusul kemudian Rahil yang mengalami leukemia. Syukurlah Azlen kini sudah jauh membaik kondisinya.
"Allah itu Maha Baik dan Maha Penyembuh, Azlen adiknya Rahil sekarang sudah dinyatakan lepas dari penyakit, tetapi masih tahap uji coba terhindar dari ketergantungan obat," terang Tuti.
Azlen saat ini dititipkan kepada sang kakek di Kebumen, Jawa tengah. Dengan begitu Tuti bisa lebih fokus mengurus Rahil.
"Allah Maha Kaya, Maha Penyembuh, sudah ngasih banyak keajaiban buat kami. Kalau mau beli obat, ada yang kasih pinjam dan ada yang merelakan pinjamannya. Subhanallah, Allah baik sekali. Saya berharap Rahil juga bisa segera sembuh, tidak merasakan sakit lagi. Bisa ceria seperti dulu lagi," harap Tuti.
Jika Anda ingin membantu pengobatan Rahil, bisa menyalurkan bantuan langsung ke rekening Tuti Haryati di Bank Muamalat cabang Fatmawati ke nomor rekening 9250830902.
Atau Anda juga mentransferkan dana bantuan melalui Sahabat Berbagi di rekening Yayasan Portalinfaq di rekening sebagai berikut:
Bank BCA Cabang Arteri Pondok Indah No Rek. 291-307-0003
Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No. Rek. 003-006-7066
Bank Mandiri Cab. Kuningan No Rek. 124-000-107-9798
Semua Atas Nama Yayasan Portalinfaq.
Bagi Anda yang sudah mentransfer bisa mengkonfirmasi ke 021-72786073 atau via SMS ke 081213400864 atau 081806168545.
(/nrl)











































