Polemik 'Berkumis', Panwaslu Hadirkan Ahli Periklanan Untuk Mediasi

Polemik 'Berkumis', Panwaslu Hadirkan Ahli Periklanan Untuk Mediasi

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 13 Jun 2012 05:50 WIB
Polemik Berkumis, Panwaslu Hadirkan Ahli Periklanan Untuk Mediasi
Jakarta - Polemik tagline iklan 'Jakarta Jangan Berkumis' milik pasangan Calon Gubernur DKI, Hendardji-Riza masih berlanjut. Setelah rapat mediasi yang digelar KPU DKI bersama tim Hendardji-Riza dan Foke-Nara tak menemui titik terang pada Selasa (5/6) lalu, besok Panwaslu akan kembali mendudukkan mereka bersama saksi ahli.

"Kamis (14/6) pukul 15.00 WIB, kami akan mengadirkan timses dari Hendardji-A Riza dan timses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Pertemuan itu pertemuan terakhir mediasi," ujar Ketua Panwaslu Ramdhansyah kepada wartawan dikantor KPU DKI Jakarta, jalan Budi Kemulyaan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/2012).

Menurutnya, dalam pertemuan hari ini Panwaslu akan menghadirkan para ahli yang mengetahui jelas tentang tagline kampanye dalam Pilgub. Pertemuan itu akan digelar di kantor Panwaslu DKI Jakarta, jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejumlah ahli itu adalah ahli periklanan dari Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia dan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ)," terang Ramdhansyah.

"Nanti itu akan ada keputusan. Apakah tagline itu bisa dipakai atau tidak di masa kampanye," tambahnya.

Sebelumnya, cagub DKI dari jalur independen Hendardji Soepandji, dalam kampanye di sejumlah tempat mengatakan dirinya berjanji akan membuat Jakarta tidak berantakan, kumuh dan miskin atau disingkat 'berkumis'.

"Jakarta jangan berkumis; berantakan, kumuh dan miskin." kata Hendardji.

Statemen ini dibalas Fauzi Bowo yang terkenal dengan kumis tebalnya. "Kumis ini bisa jadi ikon kuat jadi gubernur untuk membasmi kemiskinan dan kekumuhan itu," ujarnya.

(rmd/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini