KPU DKI Jakarta melakukan rapat sosialisasi kampanye bersama tim pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sore tadi. Rapat berlangsung cukup alot. Dalam rapat yang sudah berlangsung 2 jam itu, empat timses pasangan calon saling memperebutkan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tempat kampanye akbar.
"Kita gambreng saja, siapa yang akan gunakan GBK untuk kampanye. Karena semuanya punya keinginan yang sama," ujar tim sukses Jokowi-Ahok, Deny Iskandar, dalam rapat sosialisasi kampanye, di KPU DKI Jakarta, Jalan Budi Kemulyaan, Jakarta Pusat, Selasa, (12/6/2012).
Pernyataan Deny tersebut ditujukan kepada timses pasangan Hidayat-Didik yang menurut agenda KPU DKI, tanggal 1 Juli adalah jadwal kampanye (rapat akbar) terbuka bagi pasangan Jokowi-Ahok dan Hidayat-Didik. Kedua pasangan tersebut menginginkan GBK sebagai tempat kampanye mereka masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami soal GBK tanggal 7 sebetulnya sudah clear, karena sudah dibooking atas nama Effendy Simbolon, kami sudah cek itu. Kecuali KPU bisa keluarkan surat kepada pengelola untuk membatalkan acara itu," ujar timses sukses Faisal-Biem, Reinhat Parapat.
Rapat berlangsung alot di antara keempat timses pasangan calon tersebut, khusus terkait lokasi kampanye pada tanggal 1 dan 7 Juli. Rapat pun ditunda Kamis (13/6) besok.
Meski demikian, beberapa hal juga telah disepakati. Ketua Pokja Kampanye KPU DKI Jakarta, Suhartono, mengatakan terkait lokasi kampanye tanggal 30 Juni, pasangan nomor 1 mengambil lokasi di GOR Soemantri Bojonegoro, dan pasangan nomer 2 di Lapangan Pulo Mas.
"Sementara pasangan 3 dan 4, memilih satu tempat di GBK. Jadi ditentukan secara muyawarah pada pertemuan selanjutnya. Terkait pasangan 5 dan 6, keduanya juga ingin menggunakan GBK tanggal 7 Juli. Maka mekanismenya dilanjutkan pada rapat berikutnya," pungkas Suhartono.
(rmd/rmd)











































