Kalla Membalas Serangan Mega
Kamis, 19 Agu 2004 18:35 WIB
Jakarta - Megawati sempat menyindir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam deklarasi 4 parpol pendukungnya. Atas sindiran itu, cawapres Jusuf Kalla pun tak mau tinggal diam. Apa saja balasan Kalla?Balasan Jusuf Kalla disampaikan Kalla kepada wartawan di Wisma Anugerah, Jl. Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (19/8/2004). Kalla sendiri baru bersedia menemui wartawan setelah selesai menonton berita deklarasi Koalisi Kebangsaan.Kalla awalnya menyatakan selamat atas dideklarasikannya parpol pendukung Mega. Deklarasi PDIP, Golkar, PPP dan PDS yang dinamai "Koalisi Kebangsaan" disebut Kalla sebagai sebuah momen yang sangat besar bagi bangsa. "Di sini baru dapat kita lihat pertarungan yang sangat besar untuk bangsa ini selama Indonesia merdeka. Jadi saya kira inilah yang akan menentukan ke mana arah bangsa ini akan melangkah," kata Kalla. Kalla kemudian mengklarifikasi sindiran Mega yang menyebut duetnya seolah tak membutuhkan dukungan parpol. Menurut Kalla, telah terjadi persepsi keliru yang menyiratkan kubunya tak menginginkan koalisi dengan parpol. Kubu SYB, lanjutnya, justru yang lebih dulu memulai melakukan pendekatan dengan parpol."Yang pertama kali berkoalisi dengan partai-partai adalah kami. Tapi dengan syarat harus dapat melakukan perubahan walaupun hanya satu. Jadi kami sangat menghargai sekali partai yang mau berkoalisi dengan kami. Jadi tak benar sama sekali kalau kita ini tak menghargai partai," tandasnya. Kalla lantas menambahkan, koalisi dengan parpol tidak boleh menafikan rakyat. "Secara bersamaan kita juga sadar bahwa yang memilih adalah rakyat. Jadi rakyat lah yang harus diyakinkan dengan bentuk koordinasi kepada rakyat. Jadi kami menjalankan segala lini dalam perjuangan untuk melakukan perubahan ini," katanya. Kubu SBY optimis akan memenangkan Pilpres putaran kedua. Kalla sangat yakin koordinasi akar rumput yang selama ini dilakukannya akan berhasil. "Dalam koordinasi akar rumput kami menang dengan memperoleh 33,6 persen. Jadi tinggal mengintensifkan saja lagi. Tinggal mencari 17 persen saja itu tidaklah terlalu," kata Kalla.
(iy/)











































