Kubu SBY Yakin Raih Dukungan PAN, PKS dan PBR

Kubu SBY Yakin Raih Dukungan PAN, PKS dan PBR

- detikNews
Kamis, 19 Agu 2004 18:10 WIB
Jakarta - Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla terus mengintensifkan lobi terhadap PAN, PKS, PKB dan PBR, menyusul deklarasi 4 parpol mendukung Mega. Kubu ini optimis meraih dukungan parpol tersebut.Hal itu disampaikan Jusuf Kalla kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan mantan Menteri Negara Peranan Wanita Tuty Alawiyah di Wisma Anugerah, Jl. Pasar Minggu, Pancoran, Jakarta, Kamis (19/8/2004). Jusuf Kalla sempat "bersembunyi" di dalam kantornya menunggui berita deklarasi Koalisi Kebangsaan selesai. Barulah setelah selesai menonton berita itu, Kalla baru bersedia menemui wartawan. Menurut Kalla, PAN sudah 90 persen mendukung duetnya dengan SBY. PBR, hampir seluruhnya mendukung. Sementara PKS masih menunggu keputusan majelis Dewan Suro. Kalla juga mengaku telah mendekati kubu Wiranto meskipun Golkar telah secara resmi mendukung Mega. "Di kubu Pak Wiranto, kami sudah mengkomunikasikan dengan baik. Tapi suara yang mendukung atau yang ada di kubu Pak Wiranto, Golkar ataupun PKB sama saja orangnya," kata Kalla. Lobi itu sudah menghasilkan deal politik. Tapi deal itu, kata Kalla, hanya untuk kepentingan bangsa. Mengenai kabinet, Kalla, juga memberi catatan tidak akan ada tender seperti yang dilakukan Golkar terhadap PDIP. "Kalau Golkar kan jelas ingin membuka tender. Misalnya PDIP dengan perolehan suara sekian mendapat jatah kursi 8 atau kalau mau 10 juga nggak apa-apa. Itukan tender namanya. Kita inikan bukan kontraktor," kata Kalla. Koalisi yang ditawarkan Kalla yakni ikut berpartisipasi untuk membangun bangsa. "Sebagai konsekuensi berpartisipasi dalam bangsa ini tentunya harus turut dalam pemerintahan. Itu yang namanya konsekuensi," tambahnya. Kalla menyatakan, bila terpilih, kabinetnya akan berisi 30 menteri. Dari jumlah itu, prosentase antara profesional dengan partai akan lebih banyak profesional. Cawapres itu juga menyatakan tidak akan banyak melakukan perubahan pada kabinet."Saya kira kalau ada perubahan tidak banyak. Kalau dalam satu kementerian dirombak bingungnnya setahun," alasan Kalla. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads