"Ada fenomena baru seperti pemakaman di San Diego Hils, Karawang. Atau pemakaman yang dikelola yayasan," kata Yayat saat berbincang, Selasa (12/6/2012).
Yayat tidak sembarang bicara soal keterbatasan lahan pemakaman ini. Dia sudah melihat sejumlah lokasi pemakaman, dan dia yakin kapasitas sudah tidak memadai. Bahkan ada pemakaman yang memaksakan menggali makam hingga sampai ke dekat gerbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
San Diego Hills atau pemakaman lain tentu menjadi pilihan terbaik buat mereka yang punya uang. Tapi, bagi mereka yang tidak punya uang mau tidak mau solusi bongkar pasang jadi pilihan.
Yayat pun tidak yakin dengan pernyataan Pemprov DKI bahwa 2030 lahan pemakaman cukup digunakan. Menurutnya kondisi yang ada di sejumlah lokasi pemakaman jauh berbeda.
"Yang perlu dilakukan adalah agar mencari lokasi baru di daerah pinggiran untuk lokasi pemakaman," terangnya.
San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes menjadi peristirahatan terakhir sejumlah elite Indonesia. Pihak pengelola menyebutnya sebagai kawasan pemakaman pertama di dunia yang menawarkan kelengkapan fasilitas seperti danau seluas 8 hektar, kapel, musalla, restoran Italia, jogging track, kolam renang, florist dan gift shop, padang rumput asri bagi outdoor activity, hingga gedung serba guna berkapasitas 250 orang. Kini, melangsungkan pernikahan dan berwisata di kawasan pemakaman bukan lagi sesuatu hal yang tidak lazim dilakukan.
(ndr/nrl)