Calon Incumbet di Pilkada DKI Harusnya Mengundurkan Diri

Calon Incumbet di Pilkada DKI Harusnya Mengundurkan Diri

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 12 Jun 2012 16:13 WIB
Jakarta - Posisi calon incumbet dalam Pilkada DKI menjadi dilematis. Satu sisi sedang menjabat, sisi lainnya tengah memperebutkan jabatan. Ada usulan supaya calon incumbent mengundurkan diri saja.

"Siapa pun yang incumbent harus mundur, sekarang ada tiga (cagub incumbent), ini merepotkan buat kita. Kalau ada yang mengundurkan diri itu bagus betul karena ada hukuman bagi mereka," ujar Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia, Fadjroel Rachman.

Hal itu disampaikan usai diskusi CIDES, 'Mimpi Masa Depan Jakarta: Modern, Berbudaya dan Ramah Lingkungan', di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Jakarta Selatan, Selasa, (12/6/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fadjroel, hal itu dilakukan untuk menghindari salah satu calon yang menggunakan fasilitas negara ataupun program populis. "Seperti sekarang, Alex Noerdin, Jokowi itu kalau ke Jakarta pakai uang apa ya? Uang dinas atau uang siapa? Itu kan jadi persoalan," tutur Fadjroel.

Selain itu, pemunduran diri calon incumbent, menurut Fadjroel dibutuhkan agar para cagub menunjukkan itikad serius dalam pencalonan.

"Sekarang masyarakat seperti tertipu, seolah-olah mereka seperti berjudi saja. Kalau kalah mereka tetap balik kampung. Seolah-olah mau mempertaruhkan jabatan, ini mencari kesempatan kepada publik," kritiknya.

Lebih jauh lagi, pihaknya mencermati pola-pola populis cagub incumbent, Fauzi Bowo yang memanfaatkan fasilitas negara untuk berkampanye.

"Kampanye dia di iklan bioskop, itu tidak disebutnya iklan tetapi jasa pembangunan. Itu kan tidak masuk akal (kamuflase), karena UU memperbolehkan sih. Jadi sekarang jalan satu-satunya hanya mengawasi," tukasnya.

Gagasannya itu menurut Fadjroel, juga untuk menunjukkan adanya kesetaraan dengan calon non-incumbent, bahwa tidak ada yang lebih diuntungkan oleh negara.

"Kasihan bagi calon yang lain (nonincumbent) mereka tidak menggunakan sarana yang ada," ucapnya.

(mok/mok)


Berita Terkait