"Siapa pun yang incumbent harus mundur, sekarang ada tiga (cagub incumbent), ini merepotkan buat kita. Kalau ada yang mengundurkan diri itu bagus betul karena ada hukuman bagi mereka," ujar Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia, Fadjroel Rachman.
Hal itu disampaikan usai diskusi CIDES, 'Mimpi Masa Depan Jakarta: Modern, Berbudaya dan Ramah Lingkungan', di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Jakarta Selatan, Selasa, (12/6/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemunduran diri calon incumbent, menurut Fadjroel dibutuhkan agar para cagub menunjukkan itikad serius dalam pencalonan.
"Sekarang masyarakat seperti tertipu, seolah-olah mereka seperti berjudi saja. Kalau kalah mereka tetap balik kampung. Seolah-olah mau mempertaruhkan jabatan, ini mencari kesempatan kepada publik," kritiknya.
Lebih jauh lagi, pihaknya mencermati pola-pola populis cagub incumbent, Fauzi Bowo yang memanfaatkan fasilitas negara untuk berkampanye.
"Kampanye dia di iklan bioskop, itu tidak disebutnya iklan tetapi jasa pembangunan. Itu kan tidak masuk akal (kamuflase), karena UU memperbolehkan sih. Jadi sekarang jalan satu-satunya hanya mengawasi," tukasnya.
Gagasannya itu menurut Fadjroel, juga untuk menunjukkan adanya kesetaraan dengan calon non-incumbent, bahwa tidak ada yang lebih diuntungkan oleh negara.
"Kasihan bagi calon yang lain (nonincumbent) mereka tidak menggunakan sarana yang ada," ucapnya.
(mok/mok)










































