"DPT itu cuma nulis-nulis nama, anak lulusan SD juga bisa. Pemprov bertanggungjawab. Jadi kebangetan kalau masih milih status quo (incumbent)," ujar Didik Rachbini dalam diskusi CIDES, 'Mimpi Masa Depan Jakarta: Modern, Berbudaya dan Ramah Lingkungan', di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya, Jakarta Selatan, Selasa, (12/6/12).
Didik menjelaskan, permasalahan yang dimiliki DKI Jakarta memang sudah sangat kompleks. Namun ia legowo jika tak terpilih, asalkan ada perubahan yang terjadi di ibu kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didik menilai jika permasalahan utama di Jakarta bukanlah soal kurangnya dana. Namun kurangnya pemimpin yang mau mengambil eksekusi dari program yang telah dicanangkan.
"Konsep mengurai kemacetan itu sudah ada, tinggal pemimpinnya mau engga eksekusi. Sekarang ini kan proyek MRT hanya dipajang di mall-mall gambarnya," jelasnya.
Namun tak jauh beda dengan calon lainnya, soal kemacetan, calon nomor empat itu menginginkan transportasi massal sebagai solusi.
"MRT harus segera dibangun. Enggak perlu lima tahun, secepatnya setelah jadi harus selesai," ucapnya.
(trq/mok)











































