Mega Bagi-bagi Rokok ke Pasukan TNI-Polri di NAD

Mega Bagi-bagi Rokok ke Pasukan TNI-Polri di NAD

- detikNews
Kamis, 19 Agu 2004 17:32 WIB
Aceh Besar - Di sebuah lembah di antara dua gunung di Aceh Besar, Presiden Mega mengunjungi pasukan TNI-Polri. Bungkusan rokok pun dibagi-bagikan.Kunjungan Mega kepada pasukan TNI-Polri yang bertugas di NAD itu berlokasi di Aloe Gintong kecamatan Jantho kabupaten Aceh Besar, di antara Gunung Selawa dan Gunung Semeleu, Kamis (19/8/2004).Mega didampingi Menbudpar Gede Ardikha, Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar, Menko Polkam Ad Interim Hari Sabarno tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh pukul 15.00 WIB.Kemudian dengan menggunakan helikopter, Mega dan rombongan, plus Kapolda NAD Irjen Pol Baruchsah, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya, dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menuju lokasi. Mereka tiba pukul 15.45 WIB.Kedatangan Mega dan rombongan disambut yel-yel dari pasukan TNI-Polri yang berjumlah 1.000-an personel. Mereka merupakan perwakilan dari batalyon-batalyon yang bertugas di Aceh.Mega kemudian memberikan sambutan tanpa teks sambil berdiri. Setelah itu, Mega duduk. Sementara beberapa petugas membagi-bagikan rokok kepada semua hadirin.Lalu 5 perwakilan dari setiap kompi disalami Mega. Namun, begitu Mega mau beranjak dari lokasi, para prajurit yang tidak kebagian jatah salaman berhamburan mengerubuti Mega dan berebutan menyalaminya. Mega tampak tersenyum dan berusaha meladeni antusiasme tersebut.Dalam sambutannya, Mega mengungkapkan kunjungan ke Aceh memang direncanakan sejak lama, namun baru kali ini bisa terwujud."Saya sebenarnya ingin melihat secara langsung keberadaan pasukan TNI dan Polri yang bertugas di Aceh. Alhamdulilah saya bertemu dengan para prajurit yang sedang melaksanakan tugas mulia untuk melawan kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI," ujarnya.Menurut UU dan Tap MPR, tutur Mega, dirinya melakukan perundingan dengan GAM. Ada 2 syarat, yaitu GAM harus mengakui NKRI dan Propinsi NAD adalah bagian dari RI. Namun akhirnya GAM tidak menyetujui persyaratan tersebut dan malah mengangkat senjata. Maka dirinya mengeluarkan perintah NAD berada dalam keadaan darurat militer."Kalian sebagai bagian dari warga Indonesia, dikirim dan terkirim ke daerah ini. Setelah situasi yang memprihatinkan ini diturunkan statusnya menjadi darurat sipil, namun keadaan belum seperti yang diharapkan. Maka saudara-saudara jauh dari sanak keluarga," katanya.Mega mengaku sangat bangga, walau dengan peralatan yang minim, pasukan TNI-Polri di NAD tetap bersemangat dan pantang mundur. Atas nama pemerintah, pribadi, presiden dan bangsa ini, Mega mengucapkan terima kasih."Mungkin dalam rangka HUT ke-59 RI, insya Allah situasi di Aceh bisa kembali aman dan pembangunan sosial ekonomi budaya bisa ditingkatkan," ujarnya.Mega mengaku pidato kenegaraannya pada 16 Agustus 2004 masih jauh dari lengkap, mengenai bagaimana keinginan untuk membangun tentara dan polisi, sehingga kesejahteraannya bisa ditingkatkan."Saya sebenarnya sudah instruksikan kepada Panglima dan Kapolri agar anak-anak yang berada di daerah konflik jangan lebih dari satu tahun. Sebagai ibu dan sebagai presiden, saya minta kalian jaga kesehatan. Karena keluarga kalian menanti di rumah," katanya.Mega juga menyatakan prihatin soal keberadaan pasukan TNI dan Polri yang berada di Maluku. "Saya melihat dari foto-foto, ada yang pakai helm dan tidak, ada yang pakai senjata dan tidak," tuturnya."Alasan Panglima dan Kapolri bilang tidak ada alat, saya marah. Saya katakan kepada Menkeu, darimana pun asal uangnya, asal bisa dicukupkan alatnya. Mudah-mudahan ini bisa tercapai," kata Mega.Usai acara, Mega bertolak ke Banda Aceh. Mega akan membuka acara Pekan Kebudayaan Aceh IV di Taman Ratu Safiatuddin. (sss/)


Berita Terkait