"Semua perguruan tinggi negeri siap menerima siswa lulusan Provinsi Papua dan Papua Barat untuk tahun ajaran sekarang," ungkap Dirjen Dikti Kemendikbud, Djoko Santoso di sela-sela memantau pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (12/6/2012).
Untuk menambah kuota khusus dari Papua, Djoko mengaku telah menelepon rektor masing-masing PTN. Para rektor siap menerima siswa dari Papua untuk beberapa program studi. Program studi yang dibutuhkan untuk Papua diantaranya kedokteran umum, kedokteran gigi, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, statistik, geologi, dan lain-lain.
"Ada yang sanggup 3 orang, ada yang minta 5 orang untuk tiap program studi sesuai kemampuan masing-masing perguruan tinggi. Setelah kita hitung ternyata sebanyak 876 orang yang bisa diterima," katanya.
Menurut Djoko, meski mengikuti tes melalui jalur SNMPTN, siswa asal Papua tidak akan berkompetisi dengan peserta dari daerah lain di Indonesia. Namun mereka akan berkompetisi dengan siswa sesama daerah asal di Papua.
"Mereka akan berkompetisi atau diadu sendiri dengan siswa dari Papua lainnya bukan dengan siswa dari daerah lain di Indonesia," katanya.
Dalam kunjungan memantau pelaksanaan SNMPTN itu, Djoko didampingi tiga rektor yakni Rektor UGM Prof Dr Pratikno, Rektor UNY Prof Dr Rohmad Wahab, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr Musa Asyari dan Ketua Panlok Yogya Prof Dr Budi Prasetyo. Rombongan mengunjungi tempat tes di Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan UGM, Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY dan UIN Sunan Kalijaga.
(bgk/trw)











































