Mahfud MD: Jika Dukung Capres PKB Tak Minta Jatah Kursi
Kamis, 19 Agu 2004 17:07 WIB
Jakarta - PKB akan memutuskan sikapnya dalam pemilu presiden putaran kedua pada mukernas 31 Agustus mendatang. Kalaupun PKB mendukung salah satu capres, PKB tidak akan meminta jatah atau melakukan tawar menawar kursi di kabinet.Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua umum PKB Mahfud MD usai diskusi 'Kemanakah Suara NU' di Hotel Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (19/8/2004)."Pada saat mendukung Wiranto kita memang meminta jatah kursi, dan ternyata Wiranto kalah. Dan kalau nanti kita mendukung dan meminta jatah kursi juga, maka kita akan dicap oportunis. Maka dari itu dukungan kita nanti tanpa pamrih," kata Mahfud.Sementara dalam diskusi Mahfud menyampaikan ada empat faktor utama yang mempengaruhi suara warga NU dalam pemilu presiden. Keempat faktor itu adalah Gus Dur, DPP PKB, PBNU, dan ulama. Dan Mahfud lebih mengharapkan agar NU tidak lagi ditarik-tarik ke politik. Sebab hal ini akan membuat kebingungan di kalangan warga NU. Menurut Mahfud, sebaiknya warga NU diberi kebebasan untuk memilih.Mahfud juga menyatakan kalau pun PBNU memutuskan mendukung salah satu capres belum tentu akan diikuti oleh warga nahdliyin. "Tapi kalau di PKB itu berbeda. Apa yang didukung oleh PKB juga didukung oleh massanya," paparnya.Ia lalu mencontohkan pada pemilu presiden putaran pertama dimana pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid menang di daerah Tapal Kuda yang merupakan kantong-kantong NU.
(gtp/)











































