Panwaslu Kota Yogya & DIY Beda Pendapat soal Kaos Mega

Panwaslu Kota Yogya & DIY Beda Pendapat soal Kaos Mega

- detikNews
Kamis, 19 Agu 2004 17:11 WIB
Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Yogyakarta dan Panwaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berbeda pendapat soal hasil kesimpulan penyelidikan kasus kaos Mega - Hasyim yang sempat mampir di Mapoltabes Yogyakarta.Panwaslu Kota Yogyakarta berkesimpulan bahwa kaos itu milik adik ipar Kapoltabes Yogyakarta Kombes Condro Kirono yang bernama Sena, sehingga tidak ditemukan unsur kesengajaan yang membuat institusi polri menjadi tidak netral dalam pilpres lalu serta tidak ada unsur pelanggaran administratif. Sebaliknya Panwaslu DIY menilai masih banyak kejanggalan sehingga perlu penyelidikan lanjutan."Masih perlu dilakukan penyelidikan lanjutan karena masih ada beberapa kejanggalan," kata Wakil ketua Panwaslu DIY Ramdlon Naning kepada wartawan di kantor Jl Janti Yogyakarta, Kamis (19/8/2004).Menurut Ramdlon, Sena titip alamat ke kantor Poltabes Yogyakarta dengan alasan rumahnya di Dusun Sidrejo Desa Ngestiharjo Kecamatan Kasihan Bantul itu sulit dicari. Namun kenapa yang dipilih kantor Poltabes padahal ibunya beralamat di Gedungkuning Yogyakarta, justru lebih mudah dan dekat dengan jalan raya."Anehnya lagi, masa polisi tidak mengetahui isi barang yang dikirim melalui alamat kantor polisi, sementara itu invoice pengiriman sempat masuk di bagian logistik," kata Ramdlon.Ramdon mengatakan, yang perlu diusut lagi yaitu soal kebenaran dari keterangan Sena bahwa kaos itu sudah dibagikan ke warga Sidoarjo dan Desa Ngestiharjo. Padahal warga di sekitar tempat itu tidak ada 2 ribu orang jumlahnya. "Itu masih bisa diperdebatkan. Kejanggalan lainnya, masa Sena yang mengaku berbisnis jual beli mobil dan hanya simpatisan partai dengan mudah mendapat kiriman 2 ribu kaos bernilai puluhan juta," katanya."Berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya, DPD PDIP DKI Jakarta tidak mengirim ribuan kaos tersebut. Sebab untuk memenuhi kebutuhan kaos di Jakarta saja masih kekurangan buat apa mengirim ke daerah," imbuh anggota Panwaslu DIY M. Wafiek.Seperti diberitakan, 2.000 kaos itu sempat mampir ke Mapolwiltabes Yogyakarta menjelang pilpres pertama 5 Juli lalu. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads