"Code shares dengan airline yang safety standard-nya harus sama. Standardnya, Merpati mesti dapat IOSA," tegas Dirut Garuda Emirsyah Satar saat berbincang dengan wartawan di lobby China World Hotel, Senin (11/6/2012) malam.
IOSA adalah International Air Transport Association (IATA) Operational Safety Audit, sistem evaluasi maskapai yang dikeluarkan IATA. Emir menambahkan, sertifikat IOSA menjadi keharusan untuk bekerja sama karena Garuda juga telah mendapatkan IOSA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sertifikasi IOSA itu tidak hanya meliputi operasional pesawat, segala segi dalam penerbangan, bahkan ground handling pun masuk dalam salah satu item audit. Menurut VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto, audit yang diperbarui setiap 2 tahun itu, semakin banyak item auditnya. "Dulu 600 item, sekarang 800 item," jelas Pujo di tempat yang sama.
Kendati pemegang 10 persen saham Merpati, alih-alih melakukan kerja sama, Emir malah mengimbau agar Merpati membenahi masalah internalnya dulu. Apakah Anda yakin pergantian dirut baru Merpati bisa meningkatkan kinerjanya, mengingat Anda ikut meneken surat pergantian direksi?
"Ya tanya Pak Menteri (Menteri BUMN Dahlan Iskan) dong. Saya ikut apa yang dilakukan pemegang saham mayoritas. Tandatangan kan karena sahamnya minoritas," jawab Emirsyah.
(nwk/ndr)











































