Aksi mogok makan anggota Kelompok Tani Torang Jaya Mandiri (KTTJM), Padang Lawas di depan gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) ternyata tak juga mendapat tanggapan seperti diharapkan. Mereka lantas menjahit mulutnya.
Ada dua petani yang melakukan aksi jahit mulut itu pada Senin (11/6/2012) malam. Masing-masing. Norman Sidabutar (36) dan H Silitonga (32).
Penjahitan itu dilakukan di salah satu klinik kesehatan di Medan. Mereka tidak bersedia menyebut lokasi, sebab berkaitan dengan konsekuensi yang mungkin dihadapi paramedis yang menjahit mulut ketiga petani tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irfan Fadilamawi dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang menjadi pendamping kegiatan aksi menyatakan, aksi jahit mulut dilakukan petani karena ternyata aksi mogok makan tidak mendapat tanggapan dari DPRD Sumut. Padahal aksi itu berlangsung di depan gedung dewan.
”Kita berharap DPRD Sumut merespon persoalan yang dihadapi warga," ujar Irfan.
Aksi mogok makan sudah memasuki hari keenam sejak dimulai 6 Juni lalu. Tercatat sudah tiga peserta mogok makan yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan memburuk.
Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga di Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas. Menurut warga, lahan mereka yang luasnya sekitar 1.500 hektar direbut dua perusahaan perkebunan, PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan dan PT Sumatera Silva Lestari
(SSL).
Penyerobotan warga oleh kedua perusahaan itu juga diikuti dengan tindakan membakar rumah dan merusak tanaman perkebunan milik warga. Mereka menuntut DPRD Sumut menuntaskan masalah itu dan melepaskan seorang koleganya yang ditahan Polres Tapanuli Selatan.
(rul/ega)










































