Hartono: Tinggalkan Mega Jadi Presiden, Hancur Bangsa Ini
Kamis, 19 Agu 2004 15:57 WIB
Jakarta - Ketua Umum Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) R Hartono lebih memilih mendukung Megawati dibanding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bagi Hartono, Mega telah berhasil menjalankan pemerintah selama ini. "Sekarang cari orang pintar atau merakyat? Kalau pintar saja tak akan bisa jadi presiden. Mega telah berhasil memerintah," kata Hartono saat ditanya alasannya mendukung Mega, usai mengikuti deklarasi koalisi kebangsaan, di Gran Melia, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/8/2004). Hartono yang mantan KSAD mengatakan tidak memilih SBY yang sama-sama berlatar belakang militer karena lebih mempertimbangkan kualitas daripada senioritas. "Kita bicara kualitas. Bukan senioritas," katanya.Menurut Hartono, tak ada capres lain yang lebih layak menjadi presiden selain Mega. Ia juga menyindir tindakan SBY meninggalkan Megawati saat menjabat Menko Polkam. "Kalau yang menjadi presiden orang lain, apalagi yang pernah meninggalkan Mega tanpa alasan yang jelas akan menghancurkan bangsa ini," katanya. Pada kesempatan itu, Hartono kembali menegaskan Cendana tak ada hubungannya dengan PKPB. Cendana juga tidak akan berpengaruh pada koalisi kebangsaan. "Berkali-kali saya katakan tak ada hubungannya Tutut, Pak Harto, Cendana dll karena terbentuknya sudah 5 tahun lalu," ucap Hartono.Hartono menegaskan, keluarga Cendana hanyalah anggota PKPB biasa. "Cendana bukan pemilik partai. Ia hanya anggota biasa yang punya ya saya sebagai ketua umum," katanya.
(iy/)











































