"Berdasarkan data Dinas Damkar dan PB DKI Jakarta sepanjang tahun 2011 telah terjadi kasus kebakaran 963 kali," kata pelaksana harian kepala bidang penanggulangan bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Andi Koswara, dalam acara Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Manajemen Penanggulangan Bencana Kepada Masyarakat di kantor kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (11/6/2012).
Andi menjelaskan penyebab api didominasi oleh hubungan arus pendek. Namun, dia menyambut baik turunnya titik api dalam data yang ada.
"Kebakaran tersebut sebagian besar disebabkan karena arus listrik yaitu sebesar 64 persen, kompor 8,6 persen, rokok 4,6 persen, serta sisanya dari lampu minyak/lilin dan bahan-bahan berbahaya lainnya. DKI Jakarta saat ini memiliki 53 titik kebakaran yang jumlahnya menurun dari sebelumnya 99 titik," jelas Andi.
Sedangkan Kepala Bidang Pencegahan Bencana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Danang Susanto, mengkhawatirkan beragam potensi bencana yang terus bertambah di Jakarta.
"Jika tidak dikendalikan sejak tahap perencanaan hingga tahap penggunaan, maka ancaman bahaya tersebut akan berubah menjadi bencana," ujar Danang di lokasi yang sama (11/6).
Danang menjelaskan tujuan acara sosialisasi tersebut dilakukan agar masyarakat memahami bahaya bencana alam yang ada. "Dengan memahami ancaman tersebut, masyarakat semakin kuat dan menjadi tidak panik dalam menghadapi bencana. Masyarakat bisa menolong dirinya sendiri dan orang lain, sehingga mengurangi korban jiwa," lanjut Danang.
(vid/gah)











































