"Jakarta adalah supermarket bencana, berbagai bencana masih mengancam Jakarta beberapa tahun ke depan. Baik faktor alam, non-alam, maupun sosial," kata kepala bidang pencegahan BPBD provinsi DKI Jakarta, Danang Susanto, dalam acara Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Manajemen Penanggulangan Bencana Kepada Masyarakat di kantor kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (11/6/2012).
Danang menyampaikan bencana alam yaitu banjir dan puting beliung, bencana non alam seperti kebakaran dan macet, serta bencana sosial yaitu teroris dan konflik antar kelompok masih mengintai Jakarta. Namun, banjir dan kebakaran menjadi bencana yang sering menghantui Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danang menjelaskan banyaknya bencana di Jakarta karena memiliki sumber bencana. Ia juga mengkhawatirkan kepadatan penduduk yang tidak diikuti oleh tingkat kesadaran masyarakat.
"Di antaranya, Jakarta dialiri 13 sungai, ditambah ruang terbuka hijau yang belum mencapai 13 persen, serta 40 persen dataran rendah mengalami penurunan muka tanah, 6 sampai 18 sentimeter per tahun. Belum lagi kepadatan penduduk yang tinggi dan tingkat kesadaran masyarakat yang masih rendah," tutup Danang.
(vid/gah)











































