Polisi Periksa PNS Uncen Terkait Penembakan Satpam di Jayapura

Polisi Periksa PNS Uncen Terkait Penembakan Satpam di Jayapura

Andri Haryanto - detikNews
Senin, 11 Jun 2012 16:35 WIB
Jakarta - Polisi memeriksa satu orang saksi terkait penembakan terhadap Tri Sasono, seorang satpam yang bekerja di Abepura, Jayapura. Saksi mengaku mendengar dua kali suara letusan senjata api saat peristiwa terjadi.

"Saksi seorang PNS di Uncen (Universitas Cendrawasih) Abepura," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol M Taufik, di Jakarta, Senin (11/6/2012).

Menurut Taufik, saksi tersebut tidak melihat langsung peristiwa penembakan yang terjadi pukul 21.15 WITa, tepat di depan halaman Fakultas Ilmu Kejuruan dan Pendidikan (FKIP) Uncen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun dia mendengar 2 kali suara letusan. Setelah itu saksi memberitahukan suaminya dan melihat korban sudah dalam keadaan tewas di TKP dan langsung menghubungi Polsek Abepura," katanya.

Korban juga diketahui mempunyai profesi lain sebagai tukang ojek. Korban ditemukan tewas dengan dua luka tembak di leher tembus pipi kiri dan punggung.

Sebelumnya, pelaku penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal juga menyasar seorang tukang ojek, setelah sebelumnya berpura-pura menumpang ojek menuju Kantor Wali Kota Jayapura.

Taufik belum mengetahui, apakah pelaku penembakan terhadap Tri Sasono juga menggunakan modus serupa sebelum memuntahkan peluru ke korbannya.

"Mungkin apakah pelaku tersebut sebagai penumpang masih dicarikan saksi," ujar Taufik.

Taufik menjelaskan, langkah-langkah pengamanan terhadap peningkatan eskalasi keamanan di Papua terus ditingkatkan dengan menggelar razia kepada pengendara motor dan mobil, serta juga kelengkapan identitas.

Disinggung hasil penyelidikan Polda Papua soal penangkapan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang diduga terkait serangkaian aksi penembakan, Taufik mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti.

"Keterkaitan kasus lain tentunya penyidik mendalami lebih lanjut," jawabnya.

Apakah ada indikasi awal keterlibatan tersangka?

"Petugas di kewilayahan yang memahami bahwa ada keterkaitan tersangka dengan kejadian belakangan ini, tentunya penyidik memiliki bukti permulaan," terang Taufik.

(ahy/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini