Diteriaki Keluarga Korban, Afriyani Menangis

Diteriaki Keluarga Korban, Afriyani Menangis

- detikNews
Senin, 11 Jun 2012 15:37 WIB
Diteriaki Keluarga Korban, Afriyani Menangis
Jakarta - Terdakwa kasus Tragedi Tugu Tani yang menewaskan 9 orang, Afriyani, tidak kuasa menahan tangisnya saat salah seorang keluarga korban meneriakinya meluapkan emosi. Hal ini terjadi saat sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi mahasiswa IKJ, Adistina, yang satu mobil dengan Afriyani.

"Yang patungan beli inex siapa saja?" tanya hakim ketua Antonius kepada Adis saat persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Senin (11/6/2012).

"Deny Mulyana, Ari Sendi dan Afriyani. Patungan beli inex Rp 300 ribu," jawab Adis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahu dari mana Rp 300 ribu? Apakah Saudara lihat?" cecar Antonius.

"Saya tidak lihat," jawab Adis yang memakai kacamata ini.

"Lho, jadi tahu dari mana Rp 300 ribu kalau tidak lihat?" kejar Antonius yang tidak bisa dijawab Adis.

Perempuan berparas cantik dan berambut sebahu ini selama persidangan tampak kebingungan. Dalam kesaksian tersebut, dia mengaku sekeluarnya dari Diskotek Stadium, dia duduk di bangku mobil Xenia bagian belakang. Adis mengaku kecepatan mobil yang disopiri Afriyani normal.

Sampai dengan Harmoni, Adis masih terjaga. Namun setelah kendaraan memasuki Jalan Medan Merdeka, dia mengaku mengantuk dan tertidur. Bangun-bangun dia mendapati mobil yang ditumpanginya dikerumuni banyak orang.

"Saya langsung cari kacamata saya. Saya lihat banyak jenazah tapi tidak tahu jumlahnya. Lalu saya langsung dibawa ke kantor polisi," cerita Adit.

Setelah itu, giliran jaksa mencecar dengan berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Adis. Mendapati hal tersebut, kakak korban meninggal M Akbar, Ria, emosi. Dia tiba-tiba berteriak.

"Buta kali matanya nggak liat. Adik gue sampai mati!" kata Ria dengan suara keras memecahkan ruangan.

Menyaksikan hal itu, tiba-tiba Afriyani menangis. Dia membasuh matanya dengan tisu dan tertunduk lesu. Usai sidang, Afriyani langsung digiring petugas keamanan menuju ruang tunggu supaya tidak bertemu dengan keluarga korban.

Saat Afri digiring, Ria berteriak semakin histeris. Beberapa keluarga mencoba menenangkan, tetapi Ria malah tambah kencang teriakannya. "Saya nggak punya orang tua, adik saya dibunuh dia, kalau dekat saya bunuh dia!" ujar Ria.

Sidang akan dilanjutkan Rabu (13/6) untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya.

(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads