Kisah Malam Pengeroyokan Evan di Pasar Pramuka

Kisah Malam Pengeroyokan Evan di Pasar Pramuka

- detikNews
Senin, 11 Jun 2012 15:25 WIB
Jakarta - Teman-teman Evan Mulyadi tak menyangka teman main mereka yang berusia 16 tahun itu telah tiada. Segudang cerita mengenai malam nahas pengeroyokan Evan oleh sekelompok pemuda di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, berseliweran di antara mereka.

Denny (17), adik teman Evan yang juga tetangga Evan di Jl Mojokerto III, Utan Kayu, Jakarta Timur, mengaku mendapat cerita dari teman-teman mengenai kejadian malam pengeroyokan tersebut, Sabtu 9 Juni 2012 pukul 23.00 WIB. Evan saat itu sedang nongkrong bersama 7 temannya yaitu Aldo, Ade, Yosa, Koko, Rizki, Najir, dan April (perempuan).

"Mereka lagi nongkrong gitaran di jembatan penyeberangan depan toko obat Pasar Burung," kata Denny saat ditemui detikcom di sela pemakaman Evan di TPU Kemiri, Jl Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (11/6/2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiba-tiba Evan dan 7 temannya didatangi belasan orang. Dua di antara belasan pemuda ini bertanya kepada Ade apakah mengenal orang yang bernama Rudi. Ade mengaku tak mengenal Rudi. Kedua orang itu lantas pergi meninggalkan Evan dan teman-temannya. Namun mereka sempat melemparkan botol kosong minuman berenergi.

Teman Evan lainnya, Dwi, langsung menyambung cerita Denny. Mendapat lemparan dari kelompok pemuda tersebut, Aldo berteriak 'Siapa tuh bangsat'. Mendengar ucapan Aldo, dua orang yang menemui Ade tadi kembali datang. Mereka balas menantang,"Lu siapa bangsat!"

"Mereka lalu cekcok mulut. Tiba-tiba ada yang lempar batu dari belakang mereka (kelompok pemuda)," jelas Dwi.

Evan dan teman-temannya panik memencar. Ade, Rizki dan Najir serta April tetap diam di tempat karena tak bisa kabur. Sementara Yosa, Koko, dan Evan kabur ke lantai dua toko obat tersebut. Sedangkan Aldo kabur dengan menumpang taksi. Aldo mengalami luka di kepalanya karena terkena lemparan botol.

"Aldo datang ke rumah ketemu teman-teman terus cerita ke Sandi. Begitu dapat cerita Aldo, teman-teman langsung datang ke sana," ujarnya.

Menurut Dwi, Evan, Yosa dan Koko tertangkap oleh kelompok pemuda tersebut. Ketiganya dikeroyok. Koko berhasil lolos dari amukan pemuda tersebut. Sementara Yosa dan Evan babak belur. Keduanya lalu dilempar para pemuda ini dari lantai dua.

"Si Yosa karena masih sadar katanya begitu dilempar badannya masih bisa nahan," jelasnya.

Sementara Najir, Rizki, Ade, dan April yang masih berada di bawah juga dikeroyok pelaku. Ade mengalami luka terkena bacokan samurai di punggungnya, kepalanya terkena gir hingga robek. Sedangkan Najir pingsan dihantan balok.

"Rizki yang selamat nggak diapa-apain. Pas Najir pingsan mau dikeroyok, tapi pacarnya April langsung nolongi jadi nggak jadi dikeroyok," ungkapnya.

Sandi yang ke TKP melihat polisi sedang mengangkat tubuh Evan. Sandi juga sempat menolong mengangkat tubuh Evan untuk dibawa ke rumah sakit. Saat itu, Evan masih hidup.

"Evan masih bernafas tapi diam saja," ucap Sandi.

Menurut Sandi, Evan malam itu sempat menolak diajak nongkrong oleh teman-temannya. Namun karena bolak balik dikirimi SMS teman-temannya, Evan mau tak mau mengabulkan permintaan anaknya sehingga ikut nongkrong.

"Mukanya dia saat itu memang lain, agak pucat. Dia pendiam padahal biasanya periang. Dia awalnya nggak mau nongkrong. Sampai akhirnya dia ikutan nongkrong di warnet dulu terus pindah ke toko obat itu," jelas Sandi.

(gus/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads