Keterangan yang dihimpun, peralatan e-KTP yang dicuri terdiri dari perekam iris mata, pemindai tanda tangan, monitor dan keyboard.
Kepala Bagian Humas Pemkab Polewali Mandar Muhammad Danial mengaku sudah menerima laporan resmi dari pemerintah kecamatan perihal kejadian hilangnya alat e-KTP tersebut. Pencuri berhasil membobol kantor kecamatan Tu’bi Taramanu, tempat alat e-KTP tersimpan, yang saat itu tidak dijaga satpol PP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan pelayanan e-KTP pasti terganggu karena mayoritas perangkat pendukung sudah hilang," imbuhnya.
Camat Tu’bi Taramanu, Talibuddin, dalam laporan ke pemkab, mengaku baru mengetahui alat e-KTP dicuri pada Minggu sore. Diperkirakan kejadian pencurian itu terjadi pada Minggu dini hari.
Talibuddin mengaku tidak berada di wilayah kerjanya saat kejadian karena sedang mengadakan kegiatan dinas di ibukota kabupaten.
Polres Polewali Mandar dan Polsek Tu’bi Taramanu sudah melalukan penyelidikan terhadap hilangnya alat e-KTP tersebut, namun dapat menangkap pelaku.
Kecamatan Tu’bi Taramanu termasuk salah satu daerah terpencil di kabupaten Polewali Mandar, berada di pegunungan dan sulit diakses terutama di musim hujan seperti sekarang.
Sebelum kasus pencurian alat ini, program e-KTP di kecamatan Tu’bi Taramanu sebelumnya juga mengalami kendala serius karena daerah itu belum teraliri listrik, sehingga pelayanan di Tu’bi lebih lambat dari kecamatan lain di Polewali Mandar. Pelayanan e-KTP baru berjalan setelah pemkab menngirimkan genset.
(try/try)











































