Detikcom, atas undangan Garuda Indonesia, mengikuti jamuan makan malam sekaligus welcome reception di China World Hotel, di kawasan Jianguomenwai Avenue di Beijing, China, yang digelar Minggu (10/6/2012) malam waktu Beijing.
Semua anggota IATA, yakni maskapai penerbangan di dunia, perusahaan travel, jasa freight forwarders serta mitra-mitra strategis seperti industri pabrikan pesawat, pabrikan mesin pesawat dan lainnya tumplek blek bertemu dalam jamuan ini. Menurut data yang dirilis panitia 68th IATA AGM ini ada 256 maskapai penerbangan dari 115 negara di dunia, 72 perusahaan mitra yang terdiri dari 767 orang delegasi. Ada petinggi pabrikan pesawat seperti Boeing, Airbus, dan lainnya, pabrikan mesin pesawat seperti Rolls Royce, Pratt & Whitney dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Emirsyah menjadi Board of Director dalam IATA AGM ini," jelas VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Pujobroto kepada wartawan di lokasi yang sama.
Garuda Indonesia menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia pada IATA AGM ke-68 ini. Hal ini karena untuk menjadi anggota IATA adalah lolos standar audit operasi keselamatan IATA atau IATA Operational Safety Audit (IOSA). Garuda lolos audit IOSA sejak tahun 2008 dan diaudit kembali setiap 2 tahun.
Sementara itu Direktur Jenderal dan CEO IATA yang baru terpilih Tony Tyler mengatakan IATA AGM ke-68 ini diadakan di Beijing karena melihat perkembangan China dalam dunia penerbangan 10 tahun terakhir. Ini merupakan kedua kalinya China menjadi tuan rumah, yang pertama tahun 2002. Ada isu-isu besar yang akan diangkat dalam IATA AGM ini.
"Diskusi kita akan fokus pada kondisi ekonomi dan tantangannya terhadap industri penerbangan, dilema antara harga minyak yang terus meningkat dan profitabilitas yang rapuh. Namun karena ini acara ini diadakan di China, negara yang skala ekonominya tinggi, kita juga akan membahas tentang kesempatan bisnis di China," kata Tyler dalam rilis yang diterima hari ini.
Dalam jadwal yang dibagikan panitia IATA AGM ke-68, Tyler akan membuka secara resmi IATA AGM ke-68 hari Senin (11/6/2012) ini di China World Hotel. Kemudian dilanjutkan diskusi panel bertema 'Doing Business in China' yang diisi oleh stake holder penerbangan di China. Debat pandangan antara CEO maskapai penerbangan mengisi acara berikutnya, CEO Qatar Airways Akbar Al Baker, President Thai Airways Piyavasti Amranand, CEO and Managing Director Qantas Airways Alan Joyce dan CEO Cathay Pacific John Slosar akan mengisi sesi ini.
Sedangkan pada hari kedua 12 Juni 2012, ada 4 diskusi yang dilangsungkan secara paralel, 2 sesi diskusi pada bagian pertama bertema 'The Value of Aviation' dan 'The Future of Airline Distribution'. Kemudian 2 sesi diskusi terakhir yaitu, 'Social Media & Air Transport' dan 'The Commercialization of Biofuels'. Setelah keempat diskusi panel kelar, maka IATA AGM ke-68 akan ditutup.
(nwk/fjp)











































