Modal apakah gerangan?
"Dia tidak punya tokoh nasional untuk menjadi magnet bagi calon pemilih," jawab pengamat politik dari LSI, Burhanudin Muhtadi, Sabtu (9/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi demikian tidak lepas dari sistem politik berbasis elektoral dalam multi partai yang ektrim. Ada sekian banyak partai politik tanpa perbedaan ideologis yang jelas.
Sementara calon pemilih dalam bilik suara diminta memilih caleg, bukan sekedar lambang parpol. Maka memiliki caleg yang dikenal konstituen merupakan prioritas.
Strategi yang dipilih mendongkrak elektabilitas adalah optimalkan kampanye caleg-calegnya. Untuk itu disiapkanlah bantuan dana kampanye sebesar Rp 5-10 milyar per caleg sesuai kondisi daerah pemilihan masing-masing.
"NasDem menginginkan semua calegnya mengakar di masyarakat sehingga menjadi magnet," papar Burhanudin.
Situasi yang berbeda dihadapi partai politik lain. Mereka masih punya magnet yang membuatnya cukup percaya diri menghadapi Pemilu 2014.
"PD punya Pak SBY sebagai tokoh nasional. Bahkan Gerinda punya Pak Probowo yang popularitasnya terus naik," papar Burhanudin.
(lh/ahy)











































